Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paus Desak Para Pemimpin Tak Tinggalkan Kaum Miskin

📅 Senin, 17 Nov 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Paus Desak Para Pemimpin Tak Tinggalkan Kaum Miskin Doc: AFP/ALBERTO PIZZOLI
Ket. Paus Leo XIV

KOTA VATIKAN - Paus Leo XIV pada Minggu (16/11) mengecam kemiskinan dan mendesak para pemimpin dunia dan umat Katolik untuk mengulurkan tangan kepada orang-orang yang terpinggirkan, saat Gereja merayakan "Yubileum Kaum Miskin".

Paus asal Amerika Serikat (AS) telah menjadikan keadilan sosial sebagai tema utama kepausannya, yang kini memasuki bulan keenam sejak diangkat menjadi kepala umat Katolik sedunia pada Mei menyusul wafatnya Paus Fransiskus.

“Gereja masih terluka oleh bentuk-bentuk kemiskinan lama dan baru, tetapi berharap untuk menjadi ibu orang miskin, tempat yang ramah dan adil," kata Paus Leo saat misa di Basilika Santo Petrus.

Hari Minggu menandai Yubileum Kaum Miskin yang istimewa, salah satu dari sekian banyak perayaan serupa selama tahun suci ini, yang telah menarik para peziarah dari seluruh dunia. Yubileum ini jatuh pada Hari Kaum Miskin Sedunia, sebuah peringatan tahunan yang diprakarsai oleh Paus Fransiskus pada tahun 2017.

Setelah misa, Paus Leo akan menghadiri makan siang di Vatikan bersama sekelompok tunawisma, pengungsi, dan penyandang cacat, sementara acara komunitas lainnya untuk membantu kaum miskin direncanakan di sekitar Roma.

"Saya mendesak para kepala negara dan pemimpin bangsa untuk mendengarkan jeritan kaum termiskin," kata Paus Leo dalam pidatonya.

"Tidak akan ada perdamaian tanpa keadilan, dan kaum miskin mengingatkan kita akan hal ini dengan berbagai cara, baik melalui migrasi maupun melalui tangisan mereka, yang seringkali diredam oleh mitos kesejahteraan dan kemajuan yang tidak mempertimbangkan semua orang, dan justru melupakan banyak individu, membiarkan mereka menghadapi nasib mereka sendiri," ujar dia.

Di luar kemiskinan itu sendiri, ia mengutip banyak situasi moral dan spiritual kemiskinan, yang mengakibatkan kesepian.

Ia pun mendesak umat beriman untuk memperhatikan orang lain, menjangkau mereka yang terpinggirkan, dan menjadi saksi kelembutan Tuhan.

Setelah doa Angelus kepada khalayak di Lapangan Santo Petrus, Paus mengecam penganiayaan dan serangan terhadap umat Kristen di seluruh dunia, termasuk Bangladesh, Nigeria, Mozambik, dan Sudan, dan mengutip kekerasan baru dalam konflik yang sedang berlangsung di Republik Demokratik Kongo.

"Saya mendampingi keluarga-keluarga dalam doa di Kivu, Republik Demokratik Kongo, tempat terjadinya pembantaian warga sipil dalam beberapa hari terakhir, setidaknya 20 orang menjadi korban serangan teroris," ucap dia.

Pada Sabtu (15/11), pejabat di wilayah tersebut mengatakan kepada AFP bahwa serangan oleh Pasukan Demokratik Sekutu (ADF) telah menewaskan sedikitnya 18 orang.

Kelompok tersebut, yang didirikan oleh mantan pemberontak Uganda yang berjanji setia kepada kelompok jihadis ISIS pada tahun 2019, menyerang sebuah desa sekitar 300 kilometer (190 mil) di utara Goma pada Jumat (14/11) hingga Sabtu malam. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Militer AS Terus Bombardir ...
Nasional
OJK Dorong Perbankan Perlua...
Nasional
Perampingan BUMN Butuh Inte...
Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

Gerakan Pasar Ikan Murah Akan Digelar Pemprov Kaltim Berkala, Upaya Tekan "Stunting" di Berau

23 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.