Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemendes: Desa Harus Jadi Penggerak Utama Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

📅 Senin, 17 Nov 2025, 13:27 WIB | Oleh:
Kemendes: Desa Harus Jadi Penggerak Utama Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Doc: antara foto
Ket. Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Rafdinal.

JAKARTA - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menyatakan pihaknya mendorong setiap desa di Tanah Air untuk menjadi motor atau penggerak utama dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen ini jangan diasumsikan hanya dari perusahaan-perusahaan besar. Harapan kami, kontributor terbesar justru dari desa-desa,” ujar Direktur Pengembangan Kelembagaan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Rafdinal.

Hal tersebut dia sampaikan saat menyampaikan pidato pembuka dalam webinar bertajuk Memahami Ekosistem Kelembagaan Ekonomi Desa: Sinergi Menuju Kemandirian Petani, seperti diikuti secara daring di Jakarta, Senin (17/11).

Rafdinal menekankan bahwa target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto, hanya dapat dicapai jika 75.265 desa di Indonesia mampu menjadi penggerak ekonomi.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pengembangan desa pada saat ini diarahkan untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang baru melalui sejumlah ekosistem ekonomi, seperti sistem yang lebih produktif, hilirisasi produk unggulan, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa.

Rafdinal menyampaikan bahwa Kemendes PDT menilai penguatan ekonomi desa juga dapat berjalan seiring dengan misi pembangunan pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Desa, tidak lagi menjadi objek pembangunan semata, tetapi juga menjadi subjek pembangunan yang diperkuat melalui partisipasi masyarakat.

“Dengan potensi alam, sumber daya manusia dan jejaring kemitraan yang tepat, desa bisa menjadi lokomotif ekonomi nasional,” kata dia.

Ia mengatakan Kemendes PDT menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui 12 rencana aksi, di antaranya adalah revitalisasi BUMDes, peningkatan ketahanan pangan, desa energi, hilirisasi produk unggulan, serta integrasi program lintas kementerian agar pembangunan tidak berjalan sektoral.

“Yang kita perlukan sekarang adalah data terpadu, kolaborasi dan hilangnya ego sektoral agar desa dapat menjadi pusat pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.