Gubernur DKI Ajak Hidupkan Kembali Cerita Rakyat di Era Digital
📅 Minggu, 16 Nov 2025, 13:35 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Nugroho Sejati
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Suara Nusantara 2025: Festival Storytelling Cerita Rakyat bertema ‘Menghidupkan Legenda, Menginspirasi Masa Depan’ di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (16/11).
Ia menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan festival yang dinilai sejalan dengan semangat Pemprov DKI Jakarta dalam menghidupkan kembali budaya dan kearifan lokal. P Gubernur ramono juga membuka kesempatan bagi penyelenggara untuk menggunakan Balai Kota apabila ingin menghadirkan kegiatan serupa di masa mendatang.
Menurut dia, kisah-kisah rakyat mengandung semangat kejujuran, kerja keras, gotong royong, budaya, etika, sopan santun, dan tutur kata yang memperkaya identitas bangsa.
“Cerita rakyat harus dipandang bukan hanya sebagai legenda masa lalu, tetapi sebagai sumber nilai yang relevan bagi generasi kini,” ungkap dia.
Ia juga berbagi pengalaman pribadi tentang bagaimana cerita rakyat dulu hadir melalui bacaan, dongeng dari orang tua, hingga kisah yang disampaikan kakak atau keluarga lainnya. Maka itu, Gubernur Pramono menyoroti pentingnya menjaga identitas budaya di era serba digital.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya mengajak semua pihak untuk kembali menghidupkan warisan tersebut, terutama di tengah derasnya arus digitalisasi,” ujar dia.
Pada kesempatan itu, Gubernur Pramono mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama menggali dan membukukan kembali cerita rakyat dari berbagai provinsi di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Ia menilai, upaya pendokumentasian ini akan sangat bermanfaat bagi anak-anak di masa mendatang.
Terlebih, Jakarta saat ini memiliki 324 Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang dilengkapi perpustakaan kecil dan ruang literasi, sehingga menjadi tempat strategis bagi anak-anak untuk mengakses cerita rakyat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, Gubernur Pramono menyampaikan inisiatifnya untuk memperluas ruang literasi publik, termasuk di taman-taman kota dan tanah-tanah kecil milik pemerintah yang kini dapat dikerjasamakan dengan pihak swasta maupun individu melalui skema CSR.
“Keberadaan perpustakaan kecil di ruang terbuka hijau yang dapat diakses oleh semua kalangan, menjadi sarana penting dalam mendekatkan anak-anak pada kebiasaan membaca dan mendengarkan cerita rakyat,” ucap dia.
Gubernur Pramono pun menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung peningkatan literasi melalui penguatan perpustakaan publik, ruang baca sekolah, serta ruang-ruang bercerita yang menampilkan kisah-kisah rakyat.
“Budaya mendongeng akan membuat nilai-nilai cerita rakyat lebih mudah diserap anak-anak. Saya berharap festival ini menjadi ikhtiar bersama untuk menghidupkan kembali kekayaan cerita rakyat Indonesia yang begitu beragam,” ucap dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!