Somalia Dibawah Bayan-bayang Krisis Pangan Akut
📅 Sabtu, 15 Nov 2025, 16:27 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
JENEWA - Sekitar 3,4 juta orang di Somalia saat ini mengalami tingkat kerawanan pangan akut yang tinggi, dengan lebih dari 620.000 di antaranya menghadapi tingkat kerawanan pangan darurat, demikian disampaikan juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (13/11).
Saat berbicara kepada sejumlah wartawan dalam sebuah taklimat harian, Stephane Dujarric, juru bicara (jubir) Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) melaporkan bahwa kekeringan parah di Somalia menempatkan nyawa jutaan orang dalam risiko, dengan bantuan kemanusiaan sangat terbatas akibat dana yang menipis.
Dia menjelaskan bahwa kekeringan paling parah terjadi di wilayah timur dan utara negara itu, namun kini mulai meluas hingga ke Somalia tengah dan selatan.
Antara Oktober dan Desember, lebih dari satu dari lima penduduk di Somalia diperkirakan akan menghadapi tingkat kerawanan pangan yang tinggi, ujar Dujarric.
Dia menambahkan bahwa situasi gizi juga sangat memprihatinkan, dengan 1,9 juta anak di bawah usia lima tahun (balita) diperkirakan akan menderita malanutrisi akut dari Agustus tahun ini hingga Juli tahun depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pekan ini, pemerintah Somalia menyatakan keadaan darurat kekeringan di seluruh negara itu. Dujarric menyebutkan bahwa pengumuman kekeringan tersebut menyerukan kepada badan-badan kemanusiaan agar meningkatkan upaya yang menyelamatkan nyawa di bidang gizi, kesehatan, air, dan ketahanan pangan.
Seruan ini muncul di tengah situasi di mana organisasi bantuan terpaksa mengurangi atau menghentikan bantuan darurat akibat kekurangan dana yang parah, papar sang jubir, sembari menyatakan bahwa Rencana Kebutuhan dan Respons Kemanusiaan untuk Somalia (Humanitarian Needs and Response Plan for Somalia) senilai 1,4 miliar dolar AS baru terealisasi pendanaannya sebesar 22 persen. Ant/Xinhua
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!