Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Redam Dampak Tarif AS, India Umumkan Program $5 Miliar untuk Tingkatkan Daya Saing Ekspor

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 13:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Redam Dampak Tarif AS, India Umumkan Program $5 Miliar untuk Tingkatkan Daya Saing Ekspor Doc: Foreign Policy
Ket. Presiden AS Donald Trump (kanan) dan PM India Narendra Modi mengadakan konferensi pers bersama di Gedung Putih di Washington, pada 13 Februari 2025.

NEW DELHI - India meluncurkan rencana senilai $5 miliar untuk meningkatkan daya saing ekspor di tengah tekanan tarif AS yang memberatkan.

Washington telah mengaitkan isu perang dan perdamaian dengan perdagangan, mengenakan bea masuk sebesar 50 persen kepada New Delhi sebagai balasan atas pembelian minyak Russia yang terus berlanjut.

Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (13/11), pemerintah telah menyetujui "Misi Promosi Ekspor (EPM)" untuk "meningkatkan daya saing ekspor".

Program senilai hampir $3 miliar tersebut akan berlangsung hingga 2030-2031, menggantikan beberapa skema lama dengan satu kerangka kerja tunggal yang bertujuan membantu produsen kecil mengakses pembiayaan perdagangan yang lebih murah dan memenuhi standar kualitas global.

"Dukungan prioritas akan diperluas ke sektor-sektor yang terdampak oleh eskalasi tarif global baru-baru ini," demikian pernyataan Kementerian Perdagangan yang dikeluarkan Rabu malam.

"Misi ini dirancang untuk secara langsung mengatasi tantangan struktural yang menghambat ekspor India."

Menteri Penerangan Ashwini Vaishnaw mengumumkan skema jaminan kredit tambahan senilai $2,3 miliar untuk eksportir. Skema tersebut diperlukan karena "lingkungan global saat ini... di mana kebijakan beberapa negara menyebabkan kesulitan bagi negara lain".

Upaya tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan ekspor barang-barang padat karya seperti tekstil, kulit, permata dan perhiasan, serta produk teknik dan kelautan, tambahnya.

Ekonomi India, yang terbesar kelima di dunia, tumbuh pada laju tercepatnya dalam lima kuartal dalam tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni, ditopang oleh belanja pemerintah yang lebih tinggi dan sentimen konsumen yang membaik.

Namun, tarif AS terus membayangi perekonomian, para ahli memproyeksikan bahwa tarif tersebut dapat memangkas pertumbuhan PDB India antara 60 hingga 80 basis poin tahun fiskal ini, jika tidak ada pelonggaran dalam waktu dekat.

Baik India maupun Amerika Serikat masih dalam negosiasi kesepakatan, meskipun terdapat perbedaan pendapat yang tajam mengenai perdagangan pertanian dan tuduhan bahwa pembelian minyak Russia oleh New Delhi turut memicu perang di Ukraina.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

4 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.