Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rayakan 44 Tahun Pengabdian, YJI Soroti Meningkatnya Penyakit Jantung di Usia Muda

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 20:25 WIB | Oleh:
Rayakan 44 Tahun Pengabdian, YJI Soroti Meningkatnya Penyakit Jantung di Usia Muda Doc: YJI
Ket. Poster ulang tahun Yayasan Jantung Indonesia ke-44 tahun. Pada momen ini lembaga tersebut mengadakan kampanye “Don’t Miss A Beat” dan senam jantung sehat massal.

JAKARTA – Yayasan Jantung Indonesia (YJI) tahun ini memperingati 44 tahun pengabdian dalam upaya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia. Puncak peringatan HUT ke-44 diisi dengan Senam Jantung Sehat massal yang diikuti puluhan ribu peserta anggota Klub Jantung Sehat (KJS) dari berbagai daerah, menandai komitmen organisasi dalam memerangi ancaman penyakit jantung yang semakin mengkhawatirkan.

Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, terjadi pergeseran tren yang mengkhawatirkan dimana kelompok usia 25-34 tahun menjadi penyandang penyakit jantung tertinggi dengan 140.206 orang, disusul kelompok usia 15-24 tahun sebanyak 139.891 orang.

"Fakta ini menunjukkan bahwa penyakit jantung tidak lagi dominan pada usia lanjut, tetapi telah bergeser secara mengkhawatirkan ke usia produktif. Gaya hidup sedentari menjadi epidemi senyap yang menggerogoti kesehatan jantung generasi muda," ungkap Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia. Annisa Pohan Yudhoyono, melalui keterangan tertulis pada hari Rabu (12/11).

Menghadapi tantangan ini, YJI mengusung filosofi "Don't Miss A Beat" yang memiliki makna ganda. "Pertama, ini adalah seruan untuk menjaga setiap detak jantung sehat melalui langkah preventif. Kedua, ini adalah ajakan untuk tidak ketinggalan dalam merespons tantangan kesehatan jantung di era modern," jelas Annisa.

Annisa menegaskan bahwa penyakit kardiovaskular sebenarnya dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana. "Pencegahan tidak harus rumit dan mahal. Olahraga sederhana seperti senam membuktikan bahwa hidup sehat bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan."

YJI mengajak masyarakat menjadi agen perubahan melalui penerapan Panca Usaha Jantung SEHAT: S: Seimbangkan gizi dengan memperbanyak sayur, buah, dan biji-bijian. E: Enyahkan rokok dan hindari paparan asapnya. H: Hindari dan atasi stres dengan pola pikir positif dan istirahat cukup. A: Awasi tekanan darah dan lakukan pemeriksaan berkala. T: Teratur berolahraga minimal 30 menit setiap hari

Transformasi dan Komitmen Ke Depan

Memasuki usia 44 tahun, YJI berkomitmen untuk bertransformasi menjadi Pusat Data dan Informasi Jantung dan Pembuluh Darah Nasional. "Kami akan memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam menekan prevalensi penyakit jantung melalui pendekatan berbasis data dan kolaborasi," tegas Annisa.

Selain fokus pada pencegahan, YJI tetap berkomitmen menangani Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada anak-anak dari keluarga pra sejahtera. "Ini adalah janji dari hati ke hati yang akan kami tepati," pungkas Annisa.

Ia menuturkan Perayaan HUT ke-44 YJI tidak hanya menjadi refleksi perjalanan 44 tahun organisasi, tetapi juga momentum kebangkitan gerakan masyarakat untuk hidup lebih sehat dan produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.