Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perang Iran Hari ke-33 : Apa Saja yang Terjadi?

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 00:01 WIB | Oleh:
Perang Iran Hari ke-33 : Apa Saja yang Terjadi? Doc: Istimewa
Ket. Kepulan asap membubung setelah serangan di Teheran. Lebih dari 2.000 warga Iran telah tewas dan ribuan lokasi sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, universitas, dan pabrik farmasi, diserang oleh Israel dan AS.

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Teheran tidak perlu membuat kesepakatan agar ia mengakhiri perang, menambahkan bahwa konflik tersebut dapat berakhir dalam dua hingga tiga minggu , tetapi Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan ia tidak percaya pada pembicaraan dengan Washington.

Dari, Al Jazeera, serangan Israel juga terus berlanjut di Lebanon, dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan rumah-rumah di selatan akan dihancurkan dan ratusan ribu warga Lebanon yang mengungsi tidak akan diizinkan untuk kembali.

Di Iran

Serangan berkelanjutan: Serangan udara AS-Israel terus berlanjut di seluruh negeri, menargetkan lokasi industri dan sipil, termasuk pabrik baja, fasilitas farmasi, infrastruktur pelabuhan, fasilitas meteorologi, dan kompleks perumahan, menurut media pemerintah Iran dan Bulan Sabit Merah. Media Iran telah melaporkan ledakan di kota-kota termasuk Ahvaz, Shiraz, Isfahan, Karaj, Kermanshah, dan Bandar Abbas.

Seorang pejabat Iran mengatakan pasukan AS-Israel membom unit bahan baku farmasi Tofigh Daru di Teheran, menghancurkan departemen penelitian dan pengembangannya serta memberikan "pukulan telak bagi rantai pasokan medis nasional".

Ahmad Nafisi, seorang pejabat tinggi di provinsi Hormozgan, Iran, mengatakan bahwa jet tempur musuh membombardir dermaga penumpang Shahid Haqqani di kota Bandar Abbas pada hari Rabu. Ia mengutuk serangan "kriminal" terhadap infrastruktur sipil tersebut dan mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa atau luka-luka.

Pabrik desalinasi terkena serangan: Sebuah pabrik desalinasi di Pulau Qeshm di Selat Hormuz lumpuh akibat serangan dan kini tidak beroperasi, menurut laporan media Iran.

Sikap diplomatik Iran: Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan bahwa telah terjadi pertukaran pesan dengan Washington dan [Utusan Khusus AS Steve] Witkoff, tetapi tidak ada negosiasi dan Teheran sama sekali tidak mempercayai AS.

' Tidak semudah itu' bagi Trump untuk meninggalkan perang: Analis Trita 

 mengatakan tidak mungkin perang akan berakhir dengan cepat atau Selat Hormuz akan segera dibuka kembali, menambahkan bahwa Iran kemungkinan akan terus mengendalikan dan menyerang jalur air tersebut dan bahwa "tidak semudah itu bagi Trump untuk begitu saja meninggalkan" konflik tersebut.

Lebih dari 2.000 warga Iran telah tewas dan ribuan lokasi sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, universitas, dan pabrik farmasi, telah diserang oleh Israel dan AS. Penargetan lokasi sipil dianggap sebagai kejahatan perang.

Sekutu NATO menarik dukungan: Spanyol, Prancis, dan Italia telah membatasi operasi militer AS, menutup wilayah udara, menolak akses ke pangkalan, dan membatasi dukungan logistik.

Tiongkok mendorong gencatan senjata: Tiongkok dan Pakistan mengusulkan rencana lima poin termasuk gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz, seiring Beijing meningkatkan upaya diplomatik.

Diplomasi regional: Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah mengadakan pembicaraan mengenai perang Iran di tengah upaya untuk memulihkan stabilitas di Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Pemkot Serang Revisi Perda ...
Olahraga
Janice Awali Langkah di Eas...
Daerah
Pemprov Lampung Pastikan Ke...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.