Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Lebak Kembali Bergairah Tingkatkan Produksi

25 Rabu, 12 Nov 2025, 16:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Lebak Kembali Bergairah Tingkatkan Produksi Harga Pupuk Subsidi Turun, Petani Lebak Kembali Bergairah Tingkatkan Produksi Doc: ANTARA/ Mansur
Ket. Seorang petani di Kabupaten Lebak, Banten menebar pupuk untuk menyuburkan lahan pertanian padi.

LEBAK – Penurunan harga pupuk subsidi memiliki dampak strategis terhadap stabilitas sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Dengan harga yang lebih terjangkau, petani dapat menjaga tingkat penggunaan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, sehingga produktivitas lahan tidak menurun.

Kebijakan ini juga membantu menekan biaya produksi di tengah fluktuasi harga komoditas dan meningkatnya harga input pertanian global.

Namun, efektivitasnya bergantung pada ketepatan sasaran distribusi serta pengawasan agar pupuk benar-benar diterima oleh petani kecil yang membutuhkan.

Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten semangat untuk memperluas tanam padi sawah, usai harga pupuk subsidi turun, sehingga dapat meringankan beban biaya produksi.

"Kita tanam padi November 2025 ini di lahan dua hektare," kata Samsudin, seorang petani Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak, Rabu (12/11).

Biaya produksi angka tanam padi di lahan dua hektare dipastikan bisa mencapai Rp15 juta dari sebelumnya Rp20 juta.

Penurunan biaya produksi tersebut setelah pemerintah menurunkan harga pupuk subsidi.

Saat ini, mereka petani lebih semangat untuk memperluas areal tanam, karena pupuk bersubsidi itu turun.

"Kami memperkirakan perluasan tanam padi di wilayahnya sekitar 70 hektare dari sebelumnya 50 hektare," katanya.

Begitu juga petani lain, Jumadi mengatakan, pihaknya kini menanam padi seluas satu hektare di blok Jaura Rangkasbitung, karena harga pupuk turun sehingga berdampak terhadap berkurangnya biaya produksi.

"Kami dengan lahan seluas satu hektare dengan biaya produksi Rp 7,5 juta dari sebelumnya Rp10 juta," katanya.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan, sejak harga pupuk subsidi turun tentu berdampak positif bagi petani, karena biaya produksi jadi lebih ringan.

Selain itu, juga petani lebih semangat menanam dan melakukan pemupukan sesuai anjuran, sehingga produktivitas tanaman bisa meningkat.

Bahkan, program Optimalisasi Lahan (Oplah), khususnya Oplah non rawa, banyak lahan yang sebelumnya tidak tergarap kini bisa ditanami kembali untuk mendorong peningkatan luas tanam petani.

Sampai bulan November ini, kata dia, target Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 15.234 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Main Cemerlang, Janice Tjen...
Olahraga
Caretaker Arema Tampil Perd...
Olahraga
Anak Sleman Ini Tak Mau Kal...
Rona
Jangan Sembarangan, Ini Wak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.