Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur Pramono Anung Tutup World Peace Forum dan GFMW: Jakarta Jadi Simbol Kolaborasi Global

📅 Rabu, 12 Nov 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Anung Tutup World Peace Forum dan GFMW: Jakarta Jadi Simbol Kolaborasi Global Doc: Istimewa

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Gala Dinner penutupan World Peace Forum (WPF) ke-9 dan Global Forum of Muslim Women (GFMW) di Balai Kota Jakarta, Selasa (11/11/2025) malam. Acara ini menjadi momen perpisahan yang menandai berakhirnya dua forum internasional yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara sahabat.

Selama tiga hari terakhir, Jakarta menjadi pusat perhatian dunia dengan menjadi tuan rumah dua pertemuan besar lintas agama dan budaya tersebut. Kedua forum ini menjadi wadah dialog dan pertukaran gagasan untuk memperkuat komitmen global dalam memajukan nilai-nilai perdamaian, keadilan sosial, dan kemanusiaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Pramono menekankan pentingnya kolaborasi antarperadaban di tengah tantangan global saat ini. Ia menyebut tema WPF tahun ini, “Considering Wasatiyyat and Tionghua for a Global Collaboration,” menjadi simbol harmoni antara kearifan Timur dan Barat yang bisa menjadi kunci membangun dunia yang lebih damai.

“Tema tahun ini menegaskan bahwa kolaborasi peradaban yang memadukan kearifan Timur dan Barat merupakan salah satu kunci mengatasi tantangan global. Sementara GFMW menyoroti peran vital perempuan muslim sebagai agen perdamaian, pendidikan, dan pembangunan,” ujar Pramono di hadapan tamu undangan.

Ia menambahkan, Jakarta merasa terhormat karena dipercaya menjadi tuan rumah dua forum bergengsi tersebut. Menurutnya, Jakarta bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga cermin keberagaman budaya dan moderasi beragama yang menjadi fondasi kuat bagi perdamaian dan toleransi.

“Jakarta merasa terhormat karena menjadi cermin dari keberagaman budaya dan moderasi beragama yang menjadi inti diskusi kedua forum tersebut,” ucap Gubernur Pramono.

Pramono menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen mendukung kegiatan lintas etnis, budaya, dan agama untuk memperkuat kerukunan sosial di ibu kota. Ia menilai keberhasilan WPF dan GFMW menunjukkan bahwa dialog dan kolaborasi dapat menjadi solusi nyata menghadapi perpecahan dan ekstremisme di berbagai belahan dunia.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaganya sebagai contoh nyata kolaborasi global di tingkat lokal. Kami juga menginginkan semangat dan resolusi yang lahir dari Jakarta ini tidak berhenti di sini,” tutur Pramono.

Ia juga berharap semangat persaudaraan dan ide-ide yang lahir dari forum ini tidak hanya berhenti di Jakarta, tetapi diteruskan oleh seluruh peserta di negara masing-masing. Baginya, forum ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan titik awal dari kerja sama nyata demi perdamaian global.

“Semoga jalinan persahabatan yang terjalin selama forum ini terus berlanjut dan ide-ide brilian yang telah dibahas dapat diwujudkan menjadi aksi nyata di negara dan komunitas Anda masing-masing,” katanya.

Lebih lanjut, Pramono menilai WPF dan GFMW mampu memperkuat diplomasi perdamaian serta mendorong peran Jakarta dalam percaturan global. Ia ingin Jakarta dikenal bukan hanya sebagai kota metropolitan, tetapi juga sebagai pusat ide dan solusi bagi kemanusiaan dunia.

“Semoga WPF terus menjadi mercusuar yang menerangi jalan menuju dunia yang lebih adil dan damai,” tutur Pramono dengan nada optimistis.

Ia menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada seluruh delegasi yang telah hadir dan berkontribusi dalam forum ini. “Atas nama Pemprov DKI Jakarta, kami mengucapkan selamat jalan kepada seluruh hadirin. Kami berharap rekan-rekan semuanya membawa pulang kenangan indah dari Jakarta dan Indonesia, serta kolaborasi baru untuk melanjutkan misi mulia ini,” pungkasnya.

Diketahui, World Peace Forum (WPF) dan Global Forum of Muslim Women (GFMW) tahun ini diselenggarakan oleh Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) bekerja sama dengan Cheng Ho Multi Culture Education Trust Malaysia serta Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

14 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.