Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Gagas Gerakan 'Indonesia Waves' demi Bantu Ekonomi Kreatif

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 15:15 WIB | Oleh:
Menbud Gagas Gerakan 'Indonesia Waves' demi Bantu Ekonomi Kreatif Doc: Kementerian Kebudayaan
Ket. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, berencana menciptakan sebuah gerakan Indonesia Waves untuk membantu pertumbuhan ekonomi industri kreatif. Menurut dia, kebudayaan Indonesia merupakan soft power yang dapat menjadi alat diplomasi paling efektif di kancah global.

Hal itu diungkapannya dalam diskusi Sawala Budaya: Sinergi Penguatan Diplomasi Budaya Indonesia bersama Para Duta Besar LBBP di Museum Nasional Indonesia. Diskusi ini digagas untuk memperkuat sinergi diplomasi kebudayaan Indonesia di kancah global.

"Kita ingin menciptakan Indonesian waves yang dapat membantu pertumbuhan ekonomi di industri kreatif (Cultural and Creative Industry). Indonesia adalah negara dengan megadiversity, megadiversity ini adalah kekuatan kita sebagai soft power," kata dia dalam keterangan pers yang diterima Sabtu (8/11).

Dalam mewujudkannya, ia juga turut mendorong joint-nomination serta extension list untuk warisan budaya takbenda (intangible cultural heritage) UNESCO. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional melalui diplomasi kebudayaan.

"Untuk extension list, kemarin kita sudah mendaftarkan alat musik Indonesia. Yaitu, Kolintang yang mirip dengan alat musik Balafon di Afrika Barat, di Burkina Faso, Mali dan Pantai Gading," ucap Menbud Fadli.

Ia menambahkan, selain Kolintang adapun warisan budaya lainnya yang turut didaftarkan. Salah satunya adalah kebaya yang didaftarkan bersama lima negara lainnya seperti, Indonesia, Brunei, Thailand, Malaysia, Singapura.

"Ke depan, kita juga akan berusaha untuk melakukan extension list dengan sejumlah negara. Termasuk di antaranya adalah negara-negara yang Bapak Ibu wakili," tutur dia.

Lebih lanjut, dirinya juga berkomitmen untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan budaya dengan merumuskan tiga prioritas kebijakan. Pertama, pelindungan kebudayaan dan tradisi, kedua, diplomasi, promosi, dan kerja sama, dan ketiga, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan kebudayaan.

Sementara itu, Duta Besar Besar Indonesia untuk Suriah, Lukman Hakim Siregar, mengamini tugas bersama untuk membawa budaya Indonesia ke dunia. Menurut dia, salah satu upaya yang bisa dilakukan yakni melalui kerja sama beasiswa seperti yang telah dilakukan oleh sejumlah kementerian lainnya.

Adapun Duta Besar Besar Indonesia untuk Hanoi, Adam Mulawarman Tugio, berharap Indonesia menjadi pusat pariwisata dunia.

"Inovasi juga perlu diterapkan di museum untuk menarasikan peradaban bangsa secara kreatif misalnya melalui studio imersif," ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.