Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Olahan Laut, Wajah Baru Ekonomi Biru Kepulauan Riau

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 11:00 WIB | Oleh:
UMKM Olahan Laut, Wajah Baru Ekonomi Biru Kepulauan Riau Doc: ANTARA/Amandine Nadja
Ket. Tampak kemasan UMKM Kota Batam yang dipajang dalam ajang promosi produk lokal, salah satunya yakni Tamban Menari, di Batam, Kepri (5/11).

Batam -- Kemasan berwarna-warni menghiasi salah satu stan di acara promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kota Batam yang penuh dengan semangat wirausaha Provinsi Kepulauan Riau.

Di salah satunya tertulis "Tamban Menari" pada kemasan bernuansa biru dan penuh dengan desain khas Melayu. Dewi, pelaku usaha kuliner olahan laut, merupakan pionir dari produk olahan berbahan dasar ikan tamban, yakni ikan kecil khas perairan Kepri yang tinggi protein, kalsium dan omega 3.

Di tangannya, ikan tamban yang kerap dijadikan ikan asin biasa, kini menjadi camilan khas, dengan cita rasa modern dan bernilai ekonomi lebih tinggi.

Di Batam, katanya, ukurannya kecil, sementara di Kabupaten Natuna dan Anambas, bisa sebesar sarden. Ikan kecil berprotein tinggi itu diolah dengan bumbu khas dan dikemas rapi dalam aluminium foil, siap menjadi oleh-oleh khas Batam.

Dewi memanfaatkan bahan baku dari nelayan di pulau-pulau kecil, sekitar Jembatan Barelang dan Setokok.

Selain memperkuat rantai pasok lokal, usahanya juga memberi manfaat sosial. Dari setiap bungkus produk yang terjual, sebagian hasil penjualan disumbangkan untuk anak-anak pulau agar bisa terus bersekolah.

"Saya ingin usaha ini bukan hanya untuk saya sendiri, tapi juga membantu sesama," katanya.

Kepulauan Riau adalah wilayah yang hidup dari laut dan menyimpan potensi besar yang kini mulai dipandang, bukan sekadar sebagai sumber pangan, tetapi juga masa depan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Di antara para pelaku yang berperan dalam rantai ekonomi ini, pemerintah dan para pelaku UMKM menjadi dua sisi mata rantai yang saling menguatkan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau (DKP Kepri) Said Sudrajad menggambarkan wilayah itu sebagai kawasan yang diberkahi kekayaan laut melimpah.

Dalam peta nasional, Kepri masuk dalam Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 711, dengan potensi perikanan mencapai 1,3 juta ton per tahun. Dari angka tersebut, hanya sekitar 900 ribu ton yang dapat dieksploitasi secara berkelanjutan, tanpa merusak ekosistem.

Dari potensi itu, Kepri sendiri rata-rata memproduksi sekitar 339 ribu ton ikan per tahun, ditambah 39 ribu ton dari sektor budi daya.

Kini, hasil tangkapan nelayan menjelma menjadi produk dengan nilai tambah tinggi, mulai dari ikan kering bumbu, rendang ikan tongkol, keripik gonggong, hingga sambal udang khas Kepri yang kini merambah rak toko oleh-oleh, pasar digital, hingga luar negeri.

Perubahan pola ini menandakan adanya pergeseran terhadap sektor kelautan, dari eksploitasi sumber daya menjadi pengelolaan berkelanjutan, dengan nilai tambah ekonomi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.