DPUPKP Sleman Prioritaskan Perbaikan Infrastruktur di Kawasan Rusak Berat
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisSLEMAN—Penanganan jalan dan prasarana permukiman di Kabupaten Sleman diprioritaskan pada kawasan dengan tingkat kerusakan berat menyusul keterbatasan anggaran. Hingga Oktober 2026, progres pengerjaan infrastruktur melalui program Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) telah melampaui 60 persen.
Penata Kelola Perumahan Ahli Muda Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Agung Yuntoro mengatakan sejumlah pekerjaan fisik telah diselesaikan, sedangkan proyek lainnya masih dikebut agar tuntas menjelang akhir tahun.
"Untuk bidang perumahan tahun ini, pekerjaan fisik utama PSU meliputi pengaspalan dan perbaikan jalan perumahan. Salah satu yang sudah selesai dikerjakan berada di Perumahan Sleman Permai 2, Panggungharjo (Panguwan)," ujar Agung di Sleman, Jumat.
Pengaspalan jalan di Perumahan Sleman Permai 2 tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp300 juta hingga mendekati Rp400 juta. Perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kondisi infrastruktur sekaligus mendukung mobilitas warga di kawasan tersebut.
Selain jalan perumahan, pemeliharaan fasilitas umum pada hunian vertikal milik pemerintah daerah juga telah dituntaskan. Pekerjaan antara lain dilakukan di Rusunawa Dabag dengan memperbaiki pagar dan lantai yang mengalami kerusakan.
"Untuk pekerjaan perbaikan di Rusunawa Dabag (Ndabak), seperti perbaikan pagar dan pembenahan lantai yang rusak, seluruhnya sudah selesai," tambahnya.
Sementara itu, penanganan kawasan permukiman perkotaan di Soropadan masih berlangsung. Pekerjaan mencakup pemasangan paving, penataan drainase, hingga penanganan penerangan jalan umum (PJU) dan ditargetkan selesai pada awal Desember 2026.
Agung menyebut progres keseluruhan pekerjaan infrastruktur hingga memasuki triwulan keempat telah melampaui 60 persen dan masih berjalan sesuai perencanaan.
Dalam menentukan lokasi penanganan, DPUPKP Sleman menggunakan tingkat kerusakan sebagai salah satu pertimbangan utama. Prioritas tersebut juga diselaraskan dengan sasaran daerah untuk mewujudkan kondisi jalan yang mantap dan terang.
"Karena keterbatasan anggaran tidak bisa mengampu seluruh lokasi sekaligus, maka dinas memprioritaskan kawasan dengan tingkat kerusakan berat terlebih dahulu. Hal ini agar penanganan tepat sasaran," jelasnya.
Untuk program 2027, DPUPKP Sleman telah menyiapkan penanganan PSU di sejumlah lokasi baru. Salah satu kawasan yang masuk dalam rencana adalah perumahan di Balecatur yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul.
Pemeliharaan rutin dengan skala pekerjaan lebih kecil juga tetap dilakukan untuk mencegah kerusakan infrastruktur berkembang menjadi lebih berat sehingga membutuhkan penanganan lebih besar.
"Perbaikan-perbaikan kecil tetap kita rutin lakukan sebagai langkah antisipasi. Sebab jika kerusakan kecil dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi kerusakan besar (merembet)," pungkas Agung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!