Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UMKM Olahan Laut, Wajah Baru Ekonomi Biru Kepulauan Riau

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 11:00 WIB | Oleh:

Data DKP Kepri mencatat lebih dari 45 ribu pelaku usaha di sektor tersebut. Jika dihitung dengan keluarga dan pekerja pendukung, jumlahnya mencapai lebih dari 300 ribu orang yang menggantungkan hidup pada laut.

Angka ini menandakan bahwa meskipun kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri belum sebesar sektor penopang, seperti manufaktur, namun dampak sosial dan keterlibatan masyarakatnya jauh lebih luas.

Pemerintah daerah menyadari bahwa menjaga sektor ini berarti menjaga keberlanjutan hidup sebagian besar masyarakat Kepri. Karena itu, selain fokus pada pengelolaan sumber daya, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Program pelatihan, fasilitas pameran, hingga pendampingan branding menjadi bagian dari strategi besar agar UMKM perikanan bisa naik kelas.

Pemerintah daerah, melalui berbagai dinas, serta dukungan Bank Indonesia Kepri, terus mendorong agar potensi laut ini tak hanya berhenti diproduksi mentah, namun melalui proses hilirisasi.

Dewi mengatakan bahwa ia telah mendapat berbagai dukungan pelatihan dari instansi pemerintahan, untuk menambah ilmu terkait pemasaran, ketahanan pangan, serta pengolahan yang sesuai dengan standar keamanan, mutu, dan gizi.

Pelatihan, pameran, hingga business matching lintas negara dilakukan untuk membantu pelaku usaha lokal menembus pasar yang lebih luas.

Usaha yang telah ia bangun dari masa akhir 2020, kini bisa ditemui di berbagai toko oleh-oleh dan supermarket di Batam.

Dalam sebulan, produksi rata-rata mencapai hampir 1.000 bungkus, dengan tiga karyawan yang semuanya warga lokal dan menggandeng petani pesisir untuk memancing, memanen, dan mengeringkan ikan tamban, sebelum pihaknya mulai memasak.

Di musim hujan, stok ikan kering menjadi tantangan tersendiri, sehingga mereka menyiapkan pasukan lebih banyak, saat musim panas.

Kisah Dewi dan banyak pelaku UMKM lainnya menunjukkan bagaimana laut Kepri, bukan hanya tempat nelayan mencari nafkah, tapi juga lahan kreasi ekonomi baru menggunakan kekayaan laut yang masih belum terjamah.

Pada ajang UMKM yang digelar di Batam, misalnya, kolaborasi tersebut tampak nyata. Produk-produk hasil laut olahan, termasuk Tamban Menari, dipamerkan berdampingan dengan produk kriya dan kuliner lain.

Dewi mengatakan bahwa usahanya telah diundang dan ditampilkan oleh berbagai macam ajang promosi UMKM, seperti Gebyar Melayu Pesisir (GMP) dan Trade Expo Indonesia (TEI) di Jakarta. Ajang itu bukan sekadar pameran, tetapi wadah untuk mempertemukan pelaku usaha dengan mitra potensial, pembeli besar, hingga lembaga keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.