Isu Cesium-137 Mereda! Harga Udang Mulai Naik, Ekspor ke AS Jalan Lagi
📅 Jumat, 07 Nov 2025, 03:30 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Harianto
JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan kondisi petambak udang nasional mulai membaik setelah sempat terpukul isu cemaran radioaktif Cesium-137 yang mengguncang pasar utama di Amerika Serikat.
Pemulihan permintaan dan stabilisasi harga di tingkat tambak kini kembali terlihat seiring dibukanya kembali ekspor ke Negeri Paman Sam.
Direktur Ikan Air Payau Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Fernando Jangguran Simanjuntak menyebut, pada awal kasus Cesium-137 muncul, para petambak sempat mengalami penurunan harga dan permintaan yang cukup signifikan.
"Tentu di awal-awal memang berjadi guncangan terhadap petambak kita, pasti karena memang Amerika tujuan ekspor utama. Kemudian terjadi kejadian ini. Di awal-awal kejadian memang penurunan harga, penurunan permintaan, itu terjadi," kata Fernando dalam jumpa pers Perkembangan Penanganan Isu Cesium-137 pada Produk Udang Indonesia di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan Amerika Serikat sebagai pasar utama ekspor udang Indonesia menjadi faktor utama penyebab guncangan itu terasa di lapangan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi petambak di berbagai daerah penghasil udang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun melalui koordinasi cepat antara KKP, asosiasi petambak, dan berbagai lembaga terkait, langkah penanganan yang terukur dilakukan dapat memulihkan kepercayaan pasar internasional terhadap udang nasional.
Fernando menjelaskan, hasil dari kerja sama lintas pihak tersebut mulai terlihat, di mana ekspor udang ke Amerika Serikat kini kembali dibuka dan permintaan pasar mulai meningkat.
Perbaikan kondisi ini turut berdampak positif terhadap harga udang di tingkat petambak yang mulai stabil bahkan menunjukkan tren kenaikan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Hanya saja, dia tidak menyebutkan berapa harga komoditas tersebut saat turun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hanya saja, dia menegaskan situasi tersebut menjadi sinyal kebangkitan bagi para petambak, yang kini menunjukkan kembali semangat dan optimisme tinggi untuk melanjutkan kegiatan budidaya udang secara berkelanjutan.
Menurutnya, pemulihan psikologis di kalangan petambak menjadi hal penting yang menunjukkan kepercayaan diri mereka terhadap keberlanjutan industri udang Indonesia semakin kuat.
"Berbeda dengan sebelumnya. Jadi, ini satu hal yang positif yang perlu kita tingkatkan lagi sampai nanti ini bisa pulih seperti sebelum ada kasus Cesium-137," imbuhnya.
KKP berkomitmen terus menjaga momentum kebangkitan ini dengan memperkuat pembinaan, sertifikasi mutu, dan dukungan terhadap ekosistem budidaya udang yang sehat, produktif, serta berorientasi ekspor.
Diketahui Indonesia kembali mengekspor udang ke Amerika Serikat (AS) sebanyak tujuh kontainer dengan volume 106 ton atau senilai 1,2 juta dolar Amerika Serikat yang setara Rp20,14 miliar.
Komoditas itu telah memenuhi prosedur dan persyaratan sesuai ketentuan dan memastikan kontainer bebas kontaminasi Cs-137 saat melewati Radiation Portal Monitor (RPM).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!