Gubernur Pramono Gerak Cepat Normalisasi Kali Krukut: 'Kalau Tidak Dieksekusi, Kemang Tetap Banjir'
📅 Jumat, 07 Nov 2025, 14:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan peninjauan langsung kondisi Kali Krukut di kawasan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (7/11). Peninjaun ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir yang kerap melanda wilayah Kemang dan sekitarnya setiap musim hujan.
Menurut Gubernur Pramono, Kali Krukut merupakan aliran air utama dari kawasan tengah Jakarta menuju hilir. Namun kondisi sungai di beberapa titik kini menyempit, sehingga menghambat laju air dan menimbulkan genangan di kawasan padat aktivitas tersebut.
"Karena saya tinggal tidak jauh dari sini, saya tahu betul bagaimana dampaknya. Dan hari ini saya melihat langsung salah satu titik penyebab utama banjir, karena aliran sungainya sudah tidak normal," ujar Gubernur Pramono.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa banyak bangunan berdiri di atas badan sungai dan memperparah penyempitan. Ia memastikan bahwa Pemprov DKI akan melakukan normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer sebagai langkah konkret mengatasi banjir.
"Sepanjang 1,3 kilometer akan kita normalisasi. Kalau tidak dilakukan, apapun upaya, seperti pengerukan dan penggalian, tidak akan cukup. Dampaknya, bila di sini banjir, kawasan Kemang Village, Kem Chicks, dan sekitarnya pasti ikut terdampak, karena airnya tidak bisa turun dan mengalir," tutur Gubernur Pramono.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyampaikan bahwa penanganan Kali Krukut akan dilakukan sekaligus dengan upaya penataan pada Kali Mampang. Kedua sungai tersebut merupakan titik krusial yang menjadi jalur air bagi wilayah Jakarta Selatan saat curah hujan tinggi.
Normalisasi ini menurutnya bukan hanya rencana teknis, tetapi langkah yang mendesak demi melindungi masyarakat dari risiko banjir berulang. Oleh karena itu, ia ingin seluruh proses persiapan berjalan cepat tanpa menunggu terlalu lama.
"Sungai-sungai di Jakarta memang berada di bawah koordinasi Kementerian PUPR. Tapi, pelaksanaan di lapangan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kami tidak bisa menunggu terlalu lama. Jadi, kami akan keluarkan penlok, lakukan pembebasan lahan, dan setelah itu normalisasi akan berjalan," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rencana normalisasi Kali Krukut sendiri telah dicanangkan lebih dari sepuluh tahun lalu. Namun Pramono menilai program tersebut tidak pernah tuntas karena tidak ada eksekusi nyata di lapangan.
"Program ini sudah direncanakan sejak lama, tapi belum pernah dieksekusi. Bismillah, kali ini kita laksanakan."
Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa tahap pertama normalisasi akan dimulai dari segmen Tarakanita hingga Jembatan Tendean. Dari total panjang 1,3 kilometer, setidaknya 360 meter menjadi fokus awal pengerjaan.
"Kedatangan Bapak Gubernur hari ini sekaligus menjadi penanda dimulainya pengukuran dan pendataan bangunan yang akan terdampak. Dari total 1,3 kilometer itu, sekitar 360 meter akan kami prioritaskan, mulai dari segmen Tarakanita hingga pertigaan sekitar lokasi ini," pungkas Ika.
Data Dinas SDA menunjukkan bahwa pembebasan lahan diperlukan pada area seluas 1,52 hektare. Jumlah bidang tanah yang terdampak mencapai 65 bidang, terutama di wilayah Kelurahan Petogogan dan masih dalam pendataan di sisi Pela Mampang.
Pemprov DKI menegaskan akan melibatkan warga terdampak dalam setiap proses pendataan dan koordinasi agar tidak timbul gesekan. Transparansi dan komunikasi disebut sebagai kunci agar normalisasi berjalan mulus.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!