Fenomena Supermoon Kembali Terlihat di Langit Indonesia Malam Ini, Jangan Dilewatkan!
📅 Rabu, 05 Nov 2025, 10:21 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
NEW YORK — Fenomena supermoon kembali terjadi Rabu (5/11) malam ini. Bulan akan terlihat sedikit lebih besar dan lebih terang pada Rabu (5/11).
Orbit bulan mengelilingi Bumi bukanlah lingkaran sempurna, sehingga ia bisa semakin dekat dan semakin jauh saat berotasi.
Supermoon terjadi ketika bulan purnama berada lebih dekat ke Bumi dalam orbitnya. Hal ini membuat bulan tampak 14% lebih besar dan 30% lebih terang daripada bulan paling redup tahun ini, menurut NASA sepetti ditulis Associated Press.
Supermoon bulan November adalah yang kedua dari tiga supermoon tahun ini dan juga yang terdekat, yakni Bulan akan berada dalam jarak kurang dari 222.000 mil (357.000 kilometer) dari Bumi.
Pasang surut mungkin sedikit lebih tinggi selama supermoon karena bulan lebih dekat ke Bumi, kata astronom Lawrence Wasserman dari Observatorium Lowell. Namun perbedaannya tidak terlalu terlihat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terlihat Jelas di Indonesia
Karena posisi geografis kita di Indonesia, di garis khatulistiwa/selatan-tengah, banyak wilayah bisa memperlihatkan Bulan terbit di ufuk timur dengan cukup jelas.
Waktu terbaik untuk melihat adalah setelah matahari terbenam hingga beberapa jam kemudian terutama ketika Bulan baru muncul di ufuk timur. Warnanya keemasan karena hamburan atmosfer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di akun Instagramnya, BMKG menginformasikan kapan supermoon akan muncul, yakni
Fase Purnama terjadi pada pukul 20.19 WIB.
Tidak perlu peralatan khusus untuk melihat supermoon jika langit cerah. Namun, perubahan ukuran Bulan bisa sulit dilihat dengan mata telanjang. "Perbedaannya paling jelas terlihat saat membandingkan gambar atau pengamatan lain," kata Shannon Schmoll, direktur Planetarium Abrams di Universitas Negeri Michigan, dalam sebuah email.
Waktu terbaik untuk menyaksikan supermoon adalah saat Bulan baru terbit (15-20 menit setelah terbit), karena efek “bulan besar di horizon” akan lebih terasa.
Pastikan langit cerah, bebas awan rendah atau polusi cahaya agar tampilan lebih jelas.
Jika ingin mengabadikan fenomena supermoon dengan foto, gunakan lensa dengan focal length menengah (>50 mm), atur exposure agar tidak terlalu terang, arena Bulan lebih terang dari biasanya. Agar gambar tidak blur, bisa menggunakan tripod.
Supermoon terjadi beberapa kali dalam setahun. Satu di bulan Oktober lalu, membuat bulan tampak agak lebih besar, satu di bulan November ini, dan satu lagi di bulan Desember mendatang yang akan menjadi yang terakhir di tahun ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!