Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Kota Tangerang: Penyakit Baru Dapat Muncul Karena Warga Buang Sampah Sembarangan

📅 Minggu, 03 Agu 2025, 22:12 WIB | Oleh:
Dinkes Kota Tangerang: Penyakit Baru Dapat Muncul Karena Warga Buang Sampah Sembarangan Doc: ANTARA/HO-Dinkes
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni.

KOTA TANGERANG - Kebiasaan Warga dan masyarakat yang membuang sampah sembarangan diungkapkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang, Banten, dapat menyebabkan timbulnya penyakit baru di suatu wilayah, seperti diare, leptospirosis, demam tifoid, penyakit pes, shigeliosis, dan lainnya.

“Penyakit yang disebabkan oleh virus pada sampah ialah hepatitis A, gastroenteritis, dan lainnya. Lalu penyakit yang disebabkan oleh parasit pada sampah ialah cacing tambang, cacing gelang, toxoplasma gondli, dan lainnya," kata Kepala Dinkes Kota Tangerang  Dini Anggraeni di Tangerang, Minggu (3/8)

Dini mengatakan, ada dua penularan yang disebabkan dari pembuangan sampah secara sembarangan. Untuk penularan langsung terjadi ketika seseorang bersentuhan langsung dengan sampah yang mengandung kuman. Lalu kuman tersebut masuk ke dalam tubuh melalui mulut.

Sedangkan penularan tidak langsung datang dari tumpukan sampah dapat menjadi tempat berkembang biak hewan penyebar penyakit, seperti nyamuk, kecoa, lalat, dan tikus.

"Maka itu kami mengimbau seluruh warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terkait meningkatnya kasus penyakit yang diduga disebabkan buang sampah sembarangan," ujarnya.

Sementara itu penyakit yang disebabkan oleh bakteri pada sampah ialah diare, leptospirosis, demam tifoid, penyakit pes, shigeliosis, dan lainnya.

Sementara itu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup minim sampah agar tercipta lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Kepala DLH Kota Tangerang Wawan Fauzi mengatakan langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan membiasakan memilah sampah organik dan anorganik.

“Mengurangi sampah dari sumber adalah langkah paling efektif karena mencegah sampah menumpuk di hilir. Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan bisa dijadikan kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik bisa dikumpulkan dan ditabung ke bank sampah," katanya.

Lalu melanjutkan kebiasaan membawa wadah sendiri saat berbelanja atau membeli makanan. Selain itu, kata dia, membawa botol minum dan tas belanja harus menjadi kebiasaan.

“Perubahan kecil ini akan berdampak besar bila dilakukan secara masif dan berkelanjutan. Seperti mulai menggunakan tas belanja kain, botol minum, dan kotak makanan sendiri. Ini bentuk nyata kontribusi individu terhadap pengurangan sampah plastik sekali pakai," ujarnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.