Deteksi Dini Aritmia dan Stroke Jadi Kunci Cegah Kematian Mendadak
📅 Rabu, 05 Nov 2025, 18:58 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: RS Premier Bintato
JAKARTA – Penyakit jantung jenis gangguan irama jantung (aritmia) merupakan salah satu penyebab kematian mendadak yang sering terjadi pada usia muda dan produktif. Aritmia terjadi ketika sistem listrik jantung tidak berfungsi normal, menyebabkan detak jantung menjadi terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur.
“Gangguan irama jantung seperti fibrilasi atrium, takikardia ventrikel, bradikardia, dan supraventrikular takikardi dapat menimbulkan gejala seperti jantung berdebar, pusing, sesak napas, hingga pingsan mendadak,” ujar dr. Beny Hartono, SpJP(K), FIHA, FAPSC, Spesialis Jantung dan Pembuluh, RS Premier Bintaro, dalam acara Media Gathering di Jakarta: “Don’t Miss a Beat: Every Minute Counts,” di Jakarta pada hari Selasa (4/10).
Saat ini, teknologi modern sudah tersedia di RS Premier Bintaro memungkinkan penanganan yang sangat efektif melalui tindakan seperti kateter ablasi untuk memutus sumber impuls listrik abnormal, pemasangan alat pacu jantung (pacemaker) bagi jantung yang berdetak terlalu lambat, atau implantable cardioverter defibrillator (ICD) serta tindakan IVUS (Ultrasonografi Intravaskular) untuk mencegah kematian mendadak akibat aritmia berbahaya.
Selain tindakan intervensi, dr. Beny juga menekankan pentingnya pemeriksaan diagnostik dini seperti rekam jantung (EKG), Holter monitoring, dan tes latih jantung (treadmill test) untuk mendeteksi kelainan irama sejak awal sebelum menimbulkan komplikasi serius.
Sementara itu, dalam presentasinya berjudul “Berharganya Waktu dalam Penanganan Stroke,” dr. Meidianie Camellia, SpN, Spesialis Saraf RS Premier Bintaro menyoroti pentingnya waktu dalam penanganan stroke. Serangan stroke yang terjadi akibat sumbatan (stroke iskemik) atau yang disebabkan pecahnya pembuluh darah otak (stroke hemoragik), dapat menyebabkan kelumpuhan, gangguan bicara, bahkan kematian.
Sebaiknya Anda baca juga:
Stroke adalah kondisi darurat medis. Setiap menit yang terbuang berarti semakin banyak sel otak yang mati. Penanganan optimal harus dilakukan dalam golden hour, empat setengah jam pertama untuk pemberian terapi trombolitik, dan hingga 24 jam pertama untuk tindakan trombektomi mekanik pada kasus sumbatan pembuluh besar.
Saat ini RS Premier Bintaro juga menyediakan layanan penanganan stroke secara lengkap; termasuk rehabilitasi pasca-stroke, skrining disfagia, dan pengelolaan faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Tujuan utama penanganan stroke yang komprehensif adalah meminimalkan disabilitas, mempercepat pemulihan fungsi tubuh, serta mencegah stroke berulang,
Melalui kegiatan ini, RS Premier Bintaro menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal penyakit jantung dan stroke dua penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Deteksi dini dan tindakan cepat menjadi kunci penyelamatan nyawa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sesi pembuka Ibu Chintami Handayani selaku Marketing Manager RS Premier Bintaro mengatakan bahwa Tema Don’t Miss a Beat: Every Minute Counts menggambarkan bahwa setiap menit berharga untuk menyelamatkan nyawa pasien baik pada pasien jantung maupun stroke. Pihaknya berharap edukasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih sigap mengenali gejala dan segera mencari pertolongan medis.
“RS Premier Bintaro terus berkomitmen menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional dengan tenaga medis berpengalaman dan fasilitas modern, termasuk Heart Centre dan Comprehensive Stroke Unit, yang siap menangani kasus jantung dan stroke secara cepat, tepat, dan komprehensif,” paparnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!