Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Bintangi Film Dopamin yang Tawarkan Kisah Cinta dan Moralitas

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 17:22 WIB | Oleh:
Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Bintangi Film Dopamin yang Tawarkan Kisah Cinta dan Moralitas Doc: YouTube/Cinema 21

JAKARTA - Film “Dopamin”, yang dibintangi oleh Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, resmi tayang di bioskop Indonesia pada Kamis (13/11/2025). Karya terbaru sutradara Teddy Soeria Atmaja ini mengusung genre romantic survival drama yang memadukan elemen cinta, tekanan hidup, serta dilema moral. Diproduksi oleh Chand Parwez Servia melalui kolaborasi Starvision dan Karuna Pictures, film ini menawarkan kisah emosional tentang pasangan muda yang berjuang menghadapi situasi sulit dan godaan moral di tengah himpitan ekonomi.

Cerita berfokus pada pasangan suami istri muda, Malik (Angga Yunanda) dan Alya (Shenina Cinnamon), yang rumah tangganya mulai retak setelah Malik kehilangan pekerjaan. Terjerat utang dan tekanan finansial, hubungan keduanya berubah dingin dan penuh pertengkaran.

Kehidupan Malik semakin kacau ketika suatu hari mobilnya mogok sepulang dari wawancara kerja. Seorang pria asing datang menawari bantuan dan akhirnya mereka izinkan menginap. Namun keesokan harinya, tamu tersebut ditemukan meninggal dunia dengan jarum suntik di tangan, meninggalkan koper berisi uang miliaran rupiah.

Situasi itu memaksa Malik dan Alya mengambil keputusan sulit, melaporkan kejadian ke polisi atau menggunakan uang tersebut untuk mengubah hidup mereka. Keputusan yang tampak sederhana itu justru menyeret mereka ke dalam serangkaian konsekuensi tak terduga yang perlahan menguji cinta, kepercayaan, dan batas moral keduanya.

Selain Angga dan Shenina, film berdurasi 94 menit ini turut menampilkan Anjasmara, Andri Mashadi, Teuku Rifnu Wikana, Kiki Narendra, Tike Priatnakusumah, Totos Rasiti, dan beberapa bintang pendukung lainnya.

Sutradara Teddy Soeria Atmaja menampilkan film ini dengan gaya pengambilan gambar intim dan penggunaan lensa terbatas untuk menonjolkan kedalaman emosi setiap karakter. Pendekatan tersebut membuat dinamika hubungan Malik dan Alya terasa lebih nyata di layar.

Dopamin tidak hanya menyajikan kisah romantis, tetapi juga menggambarkan bagaimana manusia bisa berubah ketika dihadapkan pada pilihan antara kebahagiaan dan moralitas. Film ini menjadi refleksi tentang seberapa jauh seseorang bersedia melanggar batas demi keluar dari kesulitan hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Proyek Waste to Energy Kota Bekasi Dibayangi “Korupsi dan Gratifikasi”?

Proyek Waste to Energy Kota Bekasi Dibayangi “Korupsi dan Gratifikasi”?

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.