Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Polusi Udara Parah Landa Bangkok, Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Polusi Udara Parah Landa Bangkok, Warga Diminta Batasi Aktivitas Luar Ruangan Doc: Freepik

JAKARTA - Bangkok tengah menghadapi krisis kualitas udara akibat tingginya polusi partikel halus PM2.5 yang melebihi ambang batas aman. Pemerintah Kota Metropolitan Bangkok mencatat, kadar polusi di sejumlah wilayah telah mencapai tingkat berbahaya bagi kesehatan, dengan 12 distrik termasuk dalam zona paling terdampak. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan serta membatasi aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi risiko paparan.

Berdasarkan laporan otoritas lingkungan setempat, kadar rata-rata partikel debu di udara mencapai 32,4 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut melampaui batas aman yang ditetapkan sebesar 37,5 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, Distrik Bueng Kum mencatat level tertinggi dengan 46,9 mikrogram per meter kubik. Kondisi ini menempatkan sebagian besar wilayah Bangkok dalam kategori zona oranye, yang berarti kualitas udara berpotensi menimbulkan dampak kesehatan pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Pemerintah memperingatkan bahwa kondisi cuaca saat ini dapat memperburuk konsentrasi polutan di udara. Minimnya angin dan suhu yang relatif stabil menyebabkan partikel polusi terperangkap di atmosfer, sehingga memperlambat proses penyebaran. Warga diimbau untuk mengenakan masker pelindung ketika berada di luar rumah, menutup jendela rapat-rapat, serta menghindari olahraga atau aktivitas berat di ruang terbuka.

Selain itu, otoritas kesehatan meminta masyarakat memperhatikan gejala awal akibat paparan polusi seperti batuk, sesak napas, mata berair, atau iritasi tenggorokan. Jika gejala tersebut muncul, warga dianjurkan segera beristirahat di tempat tertutup atau mencari bantuan medis.

Polusi PM2.5 di Bangkok diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari mendatang, terutama jika kondisi atmosfer tidak berubah signifikan. Pemerintah menegaskan pentingnya langkah-langkah pencegahan individu, termasuk penggunaan alat pemurni udara di dalam rumah serta pemantauan rutin kualitas udara melalui kanal resmi.

Krisis udara ini kembali menjadi peringatan serius bagi otoritas Thailand untuk memperkuat kebijakan lingkungan, terutama dalam pengendalian emisi kendaraan dan pembakaran terbuka yang menjadi sumber utama pencemaran udara di ibu kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Proyek Waste to Energy Kota Bekasi Dibayangi “Korupsi dan Gratifikasi”?

Proyek Waste to Energy Kota Bekasi Dibayangi “Korupsi dan Gratifikasi”?

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.