Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagaimana Bangsa Maya Memprediksi Gerhana Matahari Secara Akurat?

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 05:55 WIB | Oleh:

Tim peneliti menemukan bahwa dengan memulai ulang tabel pada interval optimal ini, dengan mempertahankan rasio empat kali pengaturan ulang pada 358 bulan untuk setiap pengaturan ulang pada 223 bulan, para astronom Maya dapat memprediksi setiap gerhana matahari yang dapat diamati selama berabad-abad. Tingkat presisi matematis ini menyaingi metode komputasi modern, yang dicapai tanpa teleskop, komputer, atau bahkan peralatan logam.

Studi tersebut juga mengungkap bagaimana para astronom Maya mengenali “keluarga” gerhana - kelompok gerhana yang terjadi pada interval 88 bulan. Ke-55 stasiun prediksi yang dimaksud dalam Dresden Codex termasuk dalam salah satu dari tiga keluarga berbeda, yang masing-masing mengikuti pola ini.

Prinsip organisasi ini, dikombinasikan dengan pemahaman mereka tentang pengulangan gerhana yang hampir 520 hari dalam kalender suci mereka, membentuk tulang punggung sistem prediksi mereka.

Menurut para peneliti, pengamatan yang dilakukan selama kurang lebih tiga lintasan dalam siklus 405 bulan akan memberikan data yang cukup untuk mengembangkan kerangka kerja ini, yang menunjukkan bahwa tabel gerhana fungsional telah ada sekitar 550 Masehi.

Kejeniusan Matematika Tanpa Peralatan Modern

Pencapaian ini menjadi semakin luar biasa ketika mempertimbangkan kendala yang dihadapi para astronom Maya. Sejauh yang dibuktikan, mereka tidak memiliki konsep tata surya heliosentris, tidak memahami mekanika gravitasi, dan tidak memiliki instrumen optik untuk memperbesar objek yang jauh.

Peralatan mereka terdiri dari pengamatan mata telanjang yang cermat, pencatatan yang cermat, dan kecanggihan matematika yang luar biasa. Sistem matematika Maya, termasuk penggunaan penghitungan nol dan vigesimal (basis 20), memungkinkan perhitungan yang berlangsung selama berabad-abad.

Para peneliti mencatat bahwa para astronom Maya menggunakan rasio 1.447 hari berbanding 49 bulan sebagai model komputasi mereka untuk siklus bulan. Rasio ini, yang akurat hingga hitungan detik berdasarkan pengukuran modern, memungkinkan mereka memproyeksikan fase-fase bulan jauh ke masa depan.

Pemilihan 405 bulan sebagai panjang siklus mencerminkan pemahaman mendalam tentang hubungan numerik, ini adalah rentang bulan pertama dalam sistem penghitungan mereka yang sama persis dengan kelipatan 260 hari ketika dihitung menggunakan rasio 1.447 hari mereka. Keanggunan matematis ini menunjukkan bahwa tabel tersebut muncul secara alami dari studi kalender mereka yang lebih luas, alih-alih hanya dari pengamatan gerhana. hay

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.