Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bagaimana Bangsa Maya Memprediksi Gerhana Matahari Secara Akurat?

📅 Selasa, 04 Nov 2025, 05:55 WIB | Oleh:
Bagaimana Bangsa Maya Memprediksi Gerhana Matahari Secara Akurat? Doc: AFP/JOHAN ORDONEZ
Ket. Masyarakat Adat Maya menyambut Tahun Baru Matahari Agung Maya 5153 dalam sebuah upacara di Pusat Arkeologi Kaminal Juyu di Kota Guatemala, Guatemala.

PENELITIAN revolusioner akhirnya mengungkap rahasia di balik salah satu pencapaian terbesar astronomi kuno. Peradaban Maya memiliki kemampuan luar biasa untuk meramalkan gerhana matahari dengan akurasi yang mencengangkan selama lebih dari 700 tahun, hanya dengan menggunakan observasi yang cermat dan kejeniusan matematika.

Sebuah studi inovatif yang diterbitkan dalam Science Advances mengungkap bagaimana para pengamat langit Mesoamerika ini mengembangkan dan memelihara sistem prediksi canggih mereka melalui Kodeks Dresden yang terkenal.

Kodeks Dresden, manuskrip Maya terlengkap yang masih ada, berisi tabel prediksi gerhana yang rumit yang mencakup 405 bulan lunar. Selama lebih dari satu abad, para ilmuwan berjuang untuk sepenuhnya memahami cara kerja dokumen kuno ini.

Penelitian sebelumnya tidak dapat menjelaskan struktur dasar tabel tersebut atau mekanisme yang digunakan para astronom Maya untuk memperbaruinya dari generasi ke generasi. Namun, menurut Phys.org, penelitian baru ini melengkapi detail yang hilang ini dan meruntuhkan asumsi yang telah lama dipegang.

Kalender yang Lahir dari Waktu Ilahi

Para peneliti menemukan bahwa siklus 405 bulan pada awalnya sama sekali tidak dirancang untuk prediksi gerhana. Sebaliknya, siklus ini muncul dari kalender lunar yang secara cermat diselaraskan dengan kalender ramalan suci Maya yang berdurasi 260 hari.

Dengan menggunakan pemodelan statistik canggih, tim peneliti menunjukkan bahwa panjang siklus 405 bulan, yaitu 11.960 hari, jauh lebih tepat selaras dengan kalender 260 hari dibandingkan dengan siklus gerhana yang sebenarnya. Kalender suci ini, yang digunakan oleh para pendeta Maya untuk meramal nasib individu berdasarkan tanggal lahir, menjadi dasar untuk memahami peristiwa-peristiwa langit.

“Para ahli kalender Maya mengantisipasi gerhana matahari dengan mengkorelasikan kejadiannya dengan tanggal-tanggal dalam kalender ramalan 260 hari mereka,” jelas para peneliti dalam makalah mereka, tulis Ancient Origins.

Tabel gerhana berevolusi langsung dari korelasi antara siklus lunar dan waktu suci ini. Dengan melacak pola di mana gerhana terjadi pada tanggal yang sama dalam kalender keagamaan mereka, para astronom Maya dapat mengidentifikasi hubungan matematis yang mengatur peristiwa-peristiwa langit ini.

Periode 11.960 hari tersebut setara dengan tepat 46 siklus dari kalender 260 hari mereka. Hal ini disebut jauh lebih bermanfaat untuk harmonisasi kalender daripada sekadar pelacakan gerhana.

Rahasia Tujuh Abad

Para peneliti memecahkan misteri lama tentang bagaimana bangsa Maya mempertahankan akurasi prediksi selama lebih dari 700 tahun. Sebelumnya, para ahli berasumsi bahwa setelah tabel 405 bulan selesai, para astronom akan memulai tabel baru dari tanggal akhir.

Namun, pemodelan matematika terhadap basis data historis gerhana matahari aktual yang terlihat oleh bangsa Maya antara tahun 350 dan 1150 M mengungkapkan pendekatan yang jauh lebih canggih. Bangsa itu menggunakan sistem tabel yang tumpang tindih, mengatur ulang siklus baru pada interval yang tepat, baik 223 atau 358 bulan sebelum tabel sebelumnya berakhir.

Sistem cerdas tersebut kemudian mengoreksi kesalahan astronomi kecil yang terakumulasi seiring waktu. Tanpa penyesuaian ini, prediksi secara bertahap akan menyimpang dari tanggal gerhana yang sebenarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.