Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Tangerang Tegur 15 SPPG akibat Langgar SOP dalam Pembagian MBG

📅 Senin, 03 Nov 2025, 14:05 WIB | Oleh:
Dinkes Tangerang Tegur 15 SPPG akibat Langgar SOP dalam Pembagian MBG Doc: antara foto
Ket. Aktivitas salah satu SPPG di Kabupaten Tangerang, Banten.

KABUPATEN TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, menyatakan telah menegur sebanyak 15 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) pada pembagian program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

"Sudah ada 10 sampai 15 SPPG Yang kita tegur terkait dengan pelaksanaan Inspeksi Kesehatan (IKL)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi di Tangerang, Senin (3/11).

Ia menegaskan, dari 15 unit SPPG diberikan teguran tersebut adalah mereka yang kedapatan kelalaian dalam penyajian makanan di antaranya seperti bahan baku dan lauk tak layak konsumsi, kebersihan sanitasi dan lain sebagainya.

“Temuannya itu macam-macam, ada memang mungkin makanan yang tidak bagus, bahan baku tidak segar. Kemudian ada tempat penyimpanannya yang tidak bagus. Jadi mereka harus ganti semacam penyimpanan yang steril,” ujarnya.

Ia bilang, atas hasil temuan pelanggaran SOP ini pihaknya telah merekomendasikan perbaikan dan evaluasi yang dilakukan terhadap SPPG tersebut.

Hal itu dilakukan, guna menjaga keamanan dan kelayakan makanan yang bakal diterima penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tangerang.

"Semuanya harus mereka (SPPG) melakukan perbaikan. Kalau tidak kita nanti tidak akan beri pelatihan kepada penjama makanan," tuturnya.

Hendra menambahkan, sebagai langkah komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pengawasan terhadap keamanan dan kelayakan SPPG, maka tim pengawas dari Dinkes Tangerang memberikan sosialisasi untuk standar operasional penyajian MBG tersebut.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya mencatat sebanyak 83 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di daerahnya telah mendaftar untuk penerbitan sertifikat laik higienis dan sanitasi (SLHS) pada program MBG.

Dari 83 SPPG yang mendaftar penerbitan SLHS ini, lanjut dia, terdapat 46 di antaranya telah lulus dalam pelatihan tenaga penjama makanan.

"Proses SLHS itu sekarang kita sudah mendata 83 SPPG yang sudah terdata oleh kita," ujarnya.

Terhadap SPPG akan dilakukan tahap berikutnya yakni dilanjutkan dengan pengujian terhadap laboratorium untuk pemeriksaan aspek mikrobiologi. "Kita mempermudah membantu menjadwalkan mereka untuk pelatihan penjama makanan jadi itu tinggal berproses. Yang saat ini sedang dalam tahap pemeriksaan laboratorium itu ada 30 SPPG," terangnya.

Hasil pengecekan laboratorium itu memakan waktu selama dua pekan. Kendati pemeriksaan itu nantinya akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi yang menjadi modal pengajuan penerbitan SLHS ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

"Setelah itu semua, hasil rekomendasi dari kita sudah ada, kemudian mereka mengajukan melalui aplikasi OSS dan nanti DPMPTSP akan mengeluarkan SLHS," kata Hendra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Untuk Kemajuan Rakyat, Riset Unika Atma Jaya Akan Diperkuat

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Untuk Kemajuan Rakyat, Rise...
Olahraga
Timnas Indonesia vs Oman: M...

Jonatan Christie Tembus Babak 8 Besar

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Jonatan Christie Tembus Bab...
Daerah
Pemprov Sulbar Bidik Stunti...

Putri KW Sukses Menembus Babak 8 Besar

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Putri KW Sukses Menembus Ba...

Sabar/Reza Amankan Tiket Babak 8 Besar

27 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Sabar/Reza Amankan Tiket Ba...
Ekonomi
Rupiah Sentuh Level Terenda...

Jakarta Fair Akan Berlangsung Lebih Lama

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Fair Akan Berlangsu...

Jakarta Model Percontohan Pelayanan Terpadu

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Jakarta Model Percontohan P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

WHO: Makanan Tercemar Tewaskan 1,5 Juta Penduduk Setiap Tahun

05 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.