Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Waspadai Hujan Lebat November hingga Februari

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 18:30 WIB | Oleh:
BMKG: Waspadai Hujan Lebat November hingga Februari Doc: YouTube/info BMKG
Ket. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada November hingga Februari mendatang di sebagian besar wilayah Indonesia.

‎Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan hujan sedang hingga lebat telah melanda beberapa wilayah Jawa bagian barat dan tengah. Menurut dia, kondisi ini menandakan fase aktif monsun Asia yang perlu diantisipasi secara serius.

“Kondisi atmosfer saat ini sangat labil dan kaya uap air. Hujan lebat hingga sangat lebat dengan curah 80–150 mm per hari sudah terjadi di beberapa wilayah,” kata dia di Jakarta, Sabtu (1/11).

‎Ia mengatakan sekitar 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan. BMKG memperkirakan puncak curah hujan terjadi bertahap dari barat ke timur hingga Februari 2026.

‎Dwikorita juga menyebut, bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 menjadi fase paling intens. Pada periode ini, potensi banjir, longsor, dan angin kencang diprediksi meningkat di banyak daerah.

“Wilayah selatan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara perlu mewaspadai gelombang tinggi. Masyarakat di daerah rawan banjir juga harus lebih siaga,” ungkap dia.

‎Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan kondisi pendinginan di Samudra Pasifik telah melampaui ambang batas La Nina. Fenomena ini terpantau sejak September hingga Oktober dengan anomali suhu muka laut sebesar -0,61 derajat.

“Kini La Nina lemah sudah terbentuk meski dampaknya tidak signifikan. Curah hujan tetap berada pada kategori normal di sebagian besar wilayah Indonesia,” ucap dia.

‎Menurut dia, fenomena atmosfer lain juga turut memperkuat pembentukan awan hujan. Aktivitas Madden-Julian Oscillation, Gelombang Kelvin, dan suhu laut hangat meningkatkan suplai uap air di langit Nusantara.

‎Guswanto menambahkan interaksi antara monsun Asia dan siklon tropis di selatan berpotensi memicu angin kencang. Ia menilai kondisi ini dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi jika tidak diantisipasi sejak dini.

‎BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak berlindung di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai petir. Selain itu, warga diminta menjaga kesehatan karena suhu panas siang hari masih dapat terjadi.

‎Sebagai langkah mitigasi, masyarakat diharapkan memantau prakiraan cuaca melalui aplikasi InfoBMKG. Layanan ini menyediakan pembaruan kondisi cuaca secara real-time di seluruh wilayah Indonesia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

42 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Megapolitan
Jakarta Lampaui Yogyakarta ...

Menghitung Peluang Janice Jumpa Aryna Sabalenka di WTA Wuhan

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Menghitung Peluang Janice J...
Nasional
Keadilan bagi Korban HAM Ma...
Nasional
MDCP 2026 Perkuat Kemitraan...
Luar Negeri
Trump Klaim Russia-Ukraina ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.