Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tata Ruang Daerah Perlu Perhatikan Peta Bencana

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tata Ruang Daerah Perlu Perhatikan Peta Bencana Doc: ANTARA/HO-Pemkot Bogor
Ket. Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) BNPB Tahun 2026 di Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8).

BOGOR – Daerah diingatkan agar peta risiko bencana menjadi acuan dalam menyusun kebijakan tata ruang dan pembangunan infrastruktur. “Tapi setiap daerah memiliki karakteristik risiko, kondisi geografis, sumber daya, kelembagaan, dan kemampuan fiskal yang berbeda,” tutur Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Bogor, Eko Prabowo, Selasa.

Maka, menurut dia, kebijakan penanggulangan bencana harus adaptif dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap wilayah. “Penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saat bencana terjadi, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan perencanaan, penguatan kapasitas, koordinasi, dan kolaborasi berkelanjutan,” katanya.

Eko berharap capaian Indeks Ketahanan Bencana (IKB) Kota Bogor yang menempati urutan ketiga di Jawa Barat dapat menginspirasi daerah lain dalam memperkuat kebijakan dan program penanggulangan bencana.

Sementara itu, Sekretaris Utama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian, mengingatkan, integrasi peta risiko bencana ke dalam kebijakan tata ruang dan pembangunan infrastruktur daerah penting untuk menciptakan bangsa yang lebih Tangguh bencana. Dia menyakan ini saat membuka Rapat Koordinasi Teknis BNPB di Kota Bogor.

Menurut Rustian, kebijakan penanggulangan bencana di tingkat pusat dan daerah perlu diselaraskan agar pengurangan risiko bencana menjadi bagian dari perencanaan pembangunan. “Langkah tersebut penting untuk mencegah pembangunan yang memunculkan risiko baru. Selain itu, peta risiko bencana juga berguna untuk meningkatkan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana,” ujar Rustian.

Jalan

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor mulai membangun jalan sepanjang 1,4 kilometer sebagai akses menuju kawasan pusat pemerintahan baru di Kelurahan Katulampa, Bogor Timur. Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan pembangunan jalan tersebut menjadi tahap awal penyiapan kawasan Kantor Pemerintahan Terpadu sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Akses jalan sepanjang 1.418 meter itu akan menghubungkan wilayah Bogor Utara, Bogor Timur dan Bogor Selatan. Juga terkoneksi dengan pintu keluar Tol Jagorawi Bogor Selatan. “Ini merupakan upaya untuk memupuk harapan dan mendekatkan antara mimpi dan kenyataan menuju kota modern berkelanjutan. Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat,” kata Dedie.

Menurutnya, jalan tersebut akan dilengkapi drainase, jalur pedestrian, kantin, lampu penerangan dan penghijauan. Pembangunannya ditargetkan rampung dalam waktu 120 hari. Pembukaan akses juga menjadi bagian dari persiapan pembangunan sejumlah fasilitas publik di kawasan pusat pemerintahan baru, antara lain, gelanggang olahraga, gedung serbaguna dan rumah ibadah.

Dedie menyebut fasilitas olahraga diperlukan karena wilayah Kecamatan Bogor Timur belum memiliki sarana olahraga yang representatif. “Secara bertahap akan terwujud kantor pemerintahan yang representatif untuk warga Kota Bogor,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Lucasfilm Memilih Sutradara...
Luar Negeri
Peringatan dari Para Tokoh ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

22 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

22 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Daerah
8 Accu Stasiun Pemantau Ana...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.