Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terobosan Baru untuk Atasi Banjir, ITS Kembangkan Paving Anti-banjir Berbasis Fly Ash yang Ramah Lingkungan

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 08:07 WIB | Oleh:
Terobosan Baru untuk Atasi Banjir, ITS Kembangkan Paving Anti-banjir Berbasis Fly Ash yang Ramah Lingkungan Doc: antara foto
Ket. Pengembangan paving antibanjir oleh ITS 10 Nopember.

SURABAYA - Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat terobosan baru dengan mulai mengembangkan paving porous berbasis limbah fly ash sebagai solusi mitigasi banjir dan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

“Pengerasan dengan permeabilitas rendah yang banyak digunakan di perkotaan tidak mampu mengalirkan air secara efektif, sehingga air hujan tertahan di permukaan,” kata Ketua Tim Penelitian DTIS ITS, Dr Eng Yuyun Tajunnisa ST MT dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat (31/10).

Ia menambahkan paving block konvensional memiliki daya serap rendah sehingga berpotensi menimbulkan genangan.

Sebagai solusi, timnya mengembangkan paving porous yang mampu menyerap air secara alami dan ramah lingkungan.

Material ini memanfaatkan limbah pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pengganti sebagian semen, sehingga menekan biaya produksi sekaligus mengurangi emisi karbon. 

Penelitian dilakukan melalui pengujian kuat tekan, porositas, dan laju infiltrasi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-0691-1996 dan SNI 7752:2012.

Hasilnya menunjukkan kombinasi fly ash dan CaCO₃ menghasilkan paving dengan karakteristik mekanis kuat serta tingkat permeabilitas tinggi.

Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), penelitian ini dikembangkan hingga tahap hilirisasi dan komersialisasi bersama Departemen Manajemen Bisnis ITS yang mengkaji potensi pasar serta peluang sektor konstruksi berkelanjutan.

Ketua BUMDes Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Slamet Hariyadi mengapresiasi keterlibatan pihaknya sejak 2023.

“Dampaknya sudah terasa, karena usaha produksi paving di desa kami turut membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan penghasilan warga,” ujarnya.

Selain Yuyun, penelitian ini juga melibatkan Prof Ir Ridho Bayuaji ST MT PhD, Ir Yosi Noviari Wibowo STrT MT, Made Indrayana Supriyatna STrT MT, Kharisma Keysia Paramitha STrT MT, Hazen Masrafat STrT MT, Hendro Nurhadi Dipl Ing PhD, dan Ir Gita Widi Bhawika SST MMT, serta mahasiswa DTIS dan Manajemen Bisnis ITS.

Penelitian ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur; poin 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan; serta poin 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Hari Ini Indonesia Berharap...

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Dikirim ke Jakarta

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Jenazah ABK KM Arupadhatu I...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.