Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pinjaman ADB Rp2,99 Triliun Mengalir, Efektivitas Proyek Geotermal RI Masih Dipertanyakan

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 22:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pinjaman ADB Rp2,99 Triliun Mengalir, Efektivitas Proyek Geotermal RI Masih Dipertanyakan Doc: ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
Ket. Petani membawa kentang hasil panen di sekitar areal instalasi sumur panas bumi (geothermal) PT Geo Dipa Energi di kawasan dataran tinggi Dieng, Desa Kepakisan, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (23/10/2025).

JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) mengucurkan pinjaman senilai Rp2,99 triliun untuk mendukung pengembangan proyek panas bumi di Indonesia.

Pendanaan ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transisi menuju energi bersih sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas listrik berbasis energi terbarukan serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, investasi dari ADB ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap komitmen Indonesia dalam mempercepat agenda dekarbonisasi dan pembangunan berkelanjutan.

Bank Pembangunan Asia (ADB) menyetujui pinjaman 180 juta dolar AS atau sekitar Rp2,99 triliun untuk mendukung PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi di Republik Indonesia (RI).

Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan konstruksi dan uji operasional dua unit pembangkit listrik tenaga panas bumi di Pulau Jawa, masing-masing berkapasitas 55 megawatt, demikian keterangan ADB dalam rilis pers yang diterima di Jakarta, Jumat (31/10).

Proyek ini akan menyuplai listrik beban dasar (base load) yang ramah lingkungan ke jaringan Jawa-Bali dan diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon lebih dari 550.000 ton CO2 per tahun.

"Kami siap melanjutkan kerja sama erat untuk meningkatkan kapasitas panas bumi Indonesia dan mempercepat peralihan menuju masa depan energi yang lebih bersih dan lebih tangguh," ujar Direktur ADB untuk Indonesia, Jiro Tominaga.

Ia menambahkan bahwa Geo Dipa memainkan peran penting sebagai katalis dalam pengembangan energi panas bumi nasional.

Ia menyebut Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia, mencapai 29 gigawatt, dengan kapasitas terpasang sebesar 2,1 gigawatt, terbesar kedua secara global.

Namun, pengembangannya disebut masih menghadapi tantangan berupa biaya tinggi, durasi proyek yang panjang, dan risiko eksplorasi yang besar.

Proyek yang dimulai sejak 2020 ini tidak hanya mendukung eksplorasi dan pembangkitan listrik, tetapi juga memperkuat kapasitas Geo Dipa dalam perencanaan, pelaksanaan proyek, dan pengeboran yang didukung pemerintah guna menarik investasi swasta.

Sebelumnya, pada 2023, ADB telah memproses tambahan pembiayaan pertama berupa hibah senilai 10 juta dolar AS atau sekira Rp166,25 miliar dari Dana Jepang untuk Mekanisme Pengkreditan Bersama (JFJCM), yang digunakan untuk pemasangan teknologi canggih pada pembangkit listrik Patuha unit 2.

ADB merupakan bank pembangunan multilateral yang didirikan pada 1966 dan dimiliki oleh 69 negara anggota, termasuk 50 negara di kawasan Asia dan Pasifik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai Apple bukan utk diperbaiki, rusak buang, ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan

Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan

14 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.