Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kampanye Dimulai dalam Pemilu yang Dipimpin Junta

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kampanye Dimulai dalam Pemilu yang Dipimpin Junta Doc: AFP
Ket. Warga Myanmar bersepeda melewati baliho kampanye dari salah satu partai yang turut serta pada pemilu yang diselenggarakan junta militer, yang dipasang di tepi jalan di Kota Yangon pada Senin (27/10). Junta militer yang berkuasa di Myanmar berencana untuk menggelar pemilu pada Desember mendatang.

YANGON - Partai-partai yang disetujui untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum yang diselenggarakan junta Myanmar pada Selasa (28/10) telah mulai berkampanye, dua bulan sebelum pemilu yang dicemooh di dalam dan luar negeri sebagai taktik untuk melegitimasi pemerintahan militer.

Myanmar telah dilanda perang saudara sejak militer merebut kekuasaan melalui kudeta tahun 2021, menggulingkan dan memenjarakan tokoh demokrasi Aung San Suu Kyi setelah partainya memenangkan pemilu terakhir dengan selisih yang besar.

Junta telah kehilangan sebagian besar wilayah negara itu karena gerilyawan prodemokrasi dan faksi-faksi bersenjata etnis minoritas yang kuat, tetapi telah menggembar-gemborkan pemilu sebagai jalan menuju rekonsiliasi.

Pemberontak telah berjanji untuk memboikot pemungutan suara di daerah-daerah kantong besar yang mereka kuasai, sementara kelompok hak asasi manusia dan pakar PBB telah mengecam kondisi pembatasan pemungutan suara di zona-zona yang dikuasai junta.

"Pemilu ini tidak berarti apa-apa bagi saya. Ini bukan pemilu yang sebenarnya dan saya tidak melihat ada yang mendukungnya," kata seorang pria berusia 60 tahun di Kota Sittwe, ibu kota Negara Bagian Rakhine barat.

"Orang-orang berjuang dengan masalah mereka sendiri. Saya melihat semakin banyak pengemis di kota karena orang-orang kelaparan. Orang-orang tidak punya pekerjaan, jadi pemilu terasa seperti prospek yang jauh. Mereka tidak punya waktu untuk memikirkannya," imbuh dia yang berbicara dengan syarat anonim karena alasan keamanan di wilayah dimana pertempuran telah memicu krisis kemanusiaan.

Akan ada 57 partai yang turut serta dalam pemungutan suara saat pemungutan suara berlangsung secara bertahap mulai tanggal 28 Desember.

Liga Nasional untuk Demokrasi yang sangat populer dan diketuai Aung San Suu Kyi, pernah memenangkan 82 persen kursi terpilih dalam pemilihan terakhir tahun 2020, tidak termasuk dalam partai yang ikut serta karena junta membubarkan partai tersebut setelah memenjarakan ketuanya dan membuat tuduhan tidak berdasar tentang kecurangan pemilih.

Sebaiknya Anda baca juga:

Cegah Legitimasi

Partai Solidaritas dan Pembangunan Persatuan yang promiliter berencana memulai kampanyenya dengan memasang papan iklan pemilu di Ibu Kota Naypyidaw, sementara iklan partai akan ditayangkan di media pemerintah pada malam hari.

Namun, kampanye diperkirakan akan berlangsung secara sederhana dengan keamanan yang ketat di tengah perang saudara.

"Kemungkinan besar saya tidak akan pergi memilih dan saya tidak tahu apakah saya ada dalam daftar pemilih," kata seorang warga sipil yang mengungsi akibat pertempuran di pusat kota Mandalay, yang berbicara secara anonim karena alasan keamanan.

"Kami tidak terlalu tertarik. Kami hanya ingin pulang," tegas dia.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) menurut keterangan narasumber diplomatik kepada AFP pada Senin (27/10) lalu mengatakan tidak akan mengirimkan pemantau ke pemilu tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Iran Memuji Kemajuan' dari Hari Pertama Pembicaraan dengan AS

58 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Iran Memuji Kemajuan' dari ...

UB Naik 64 Peringkat dalam QS World University Rankings

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
UB  Naik 64 Peringkat dalam...
Megapolitan
Kecelakaan Tunggal di Cikok...
Kado Spesial HUT Jakarta, Naik MRT, LRT, dan Bus Transjakarta Cuma Rp1

Kado Spesial HUT Jakarta, Naik MRT, LRT, dan Bus Transjakarta Cuma Rp1

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.