Masyarakat Mulai Percaya Kembali Arah Kebijakan Ekonomi
📅 Selasa, 28 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiTantangan utama pemerintah ke depan kata Iyuk bukan hanya mempertahankan kepercayaan publik, tetapi juga memperluasnya melalui konsistensi kebijakan. “Kepercayaan publik itu bukan sesuatu yang permanen. Ia harus terus dirawat dengan kebijakan yang adil, transparan, dan berpihak pada masyarakat luas. Pemulihan kepercayaan publik harus diikuti dengan peningkatan kredibilitas institusional,” ujarnya.
Iyuk pun mengingatkan agar gaya komunikasi terbuka seperti yang diterapkan Purbaya tetap dibarengi dengan regulasi yang bisa benar-benar diterapkan. “Dan yang lebih penting, gebrakan-gebrakan verbal dan naratif di awal yang memiliki efek kejut itu harus diikuti oleh keberanian menerbitkan kebijakan atau regulasi yang konstruktif disertai reformasi kelembagaan yang terukur dan sistemik. Sebab tanpa kedua hal tersebut, hampir dipastikan keriuhan yang terjadi di masyarakat hanya bersifat gymic dan cari perhatian belaka.
Dalam kesempatan lain, Dosen Magister Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, YB. Suhartoko, mengatakan persoalannya buka pada gaya komunikasi, tetapi dalam komunikasi pemerintah harus konsisten dalam pernyataan dengan kenyataan di lapangan.
“Dalam keterbukaan informasi seperti saat ini, kebijakan ekonomi baik fiskal ataupun moneter tidak boleh satu arah lagi. Pemerintah perlu mempertimbangkan reaksi masyarakat terhadap kebijakan yang diumumkan,” kata Suhartoko.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kredibilitas dan konsistensi pemerintah benar-benar dipertaruhkan untuk efektifitas kebijakannya. Komunikasi pejabat Pemerintah antara pernyataan dan kenyataan di lapangan sangat cepat diketahui masyarakat dan tentu saja akan muncul reaksi setelah itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!