Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Masyarakat Mulai Percaya Kembali Arah Kebijakan Ekonomi

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Masyarakat Mulai Percaya Kembali Arah Kebijakan Ekonomi Doc: istimewa
Ket. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan mulai pulihnya kepercayaan publik itu tecermin pada Indeks Kepercayaan Konsumen kepada Pemerintah (IKKP) yang dipublikasikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Masyarakat sering jenuh dengan bahasa birokratis yang terlalu diplomatis, dengan gaya Purbaya bisa membuat pesan ekonomi lebih membumi dan terasa jujur

JAKARTA - Kepercayaan publik kepada Pemerintah dinilai mulai pulih kembali setelah sempat merosot dan puncaknya meledak pada kerusuhan di beberapa tempat pada akhir Agustus 2025 lalu. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan mulai pulihnya kepercayaan publik itu tecermin pada Indeks Kepercayaan Konsumen kepada Pemerintah (IKKP) yang dipublikasikan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Berdasarkan data IKKP LPS, indeks mengalami penguatan ke level 130,6 pada Oktober 2025 dari 117,3 pada bulan sebelumnya.

“Kemarin waktu Juli, Agustus, dan September, (indeks) turun terus ke titik terendah. Inilah terjadi banyak demo. Tapi, kami lakukan kebijakan yang, mungkin agak drastis atau ceplas-ceplos bagi sebagian kalangan, tapi berhasil membalikkan sentimen masyarakat ke pemerintah,” kata Purbaya.

Purbaya menyebut perbaikan kepercayaan itu didukung oleh kualitas kinerja ekonomi yang juga membaik. “Ketika ekonomi buruk, mereka (masyarakat-red) nggak suka pemerintah, makanya banyak demo besar-besaran. Tapi, ketika (ekonomi) mulai balik, mereka juga senang ke pemerintah,” papar Menkeu.

Dengan gaya komunikasi yang kerap dikritik lantaran dianggap ceroboh atau bergaya ‘koboi’ justru berpengaruh positif terhadap pemulihan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Menurut Menkeu, hal itu dia lakukan karena Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar bergerak cepat supaya pertumbuhan ekonomi terakselerasi pada kuartal IV tahun 2025.

“Saya hanya perpanjangan tangan dari Presiden, Kita perlu ekonomi yang lebih cepat di triwulan IV tahun ini. Sudah mulai kelihatan kan? Saya harapkan ke depan lebih bagus lagi,” tutur Purbaya.

Efek Kejut

Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI) Iyuk Wahyudi yang diminta tanggapannya mengatakan pemulihan kepercayaan publik merupakan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional.

Peningkatan IKKP LPS ke level 130,6 pada Oktober 2025 menunjukkan bahwa masyarakat mulai merasakan hasil konkret dari kebijakan fiskal dan komunikasi ekonomi pemerintah.

“IKKP yang menguat ini bukan sekadar angka statistik, tapi juga cerminan bahwa masyarakat mulai percaya kembali pada arah kebijakan ekonomi yang ditempuh pemerintah,” ujar Iyuk di Yogyakarta, Senin (27/10).

Ia menilai gaya komunikasi Purbaya yang blak-blakan dan sering disebut ‘koboi’ justru memberi efek kejut yang dibutuhkan publik di tengah ketidakpastian ekonomi.

“Masyarakat sering jenuh dengan bahasa birokratis yang terlalu diplomatis. Gaya seperti Purbaya bisa membuat pesan ekonomi lebih membumi dan terasa jujur,” lanjutnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.