Ratusan Penumpang Padati Dermaga Banda Neira, Antre Kapal Pelni Menuju Ambon
Minggu, 26 Okt 2025, 12:10 WIB | Oleh: Tim PenulisPadahal, dari kajian, kebutuhan ideal untuk menyatukan seluruh wilayah Nusantara mencapai 80 kapal penumpang. Jumlah itu diyakini cukup untuk memperpendek waktu tunggu masyarakat di pulau-pulau kecil yang kini harus menunggu hingga dua minggu untuk kedatangan kapal berikutnya.
Realitas di Banda Neira menggambarkan perlunya pemenuhan kebutuhan transportasi. Di tengah pesona wisata sejarah dan alamnya, masyarakat di pulau itu harus menunggu kapal Pelni tiga hingga empat hari sekali, sementara pesawat kecil hanya terbang dua kali sepekan, dengan kapasitas tidak lebih dari selusin orang.
Kondisi itu membuat setiap kedatangan kapal seperti peristiwa besar. Tidak hanya penumpang dan logistik, kapal Pelni membawa harapan, membawa pasien yang ingin sembuh, membawa barang dagangan yang menopang ekonomi pulau, dan kadang membawa cerita lahirnya kehidupan baru di tengah laut.
Meski belum mampu menyetor dividen besar bagi negara, peran Pelni di wilayah kepulauan timur menjadi tidak tergantikan. Ia bukan hanya operator pelayaran, melainkan simbol kehadiran negara di perbatasan samudra, tempat profit sering kali tidak sebanding dengan makna kemanusiaan yang dihadirkan.
Pelni menjadi nadi kehidupan dan kemanusiaan di pelosok tanah air, menjaga harapan, logistik, dan keterhubungan pulau-pulau timur Indonesia di tengah keterbatasan armada dan jarak yang memisahkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!