Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produk Berkualitas dan Harga Kompetitif Jadi Strategi Menekraf untuk RI Tarik Investor Global

📅 Selasa, 21 Jul 2026, 19:41 WIB | Oleh:
Produk Berkualitas dan Harga Kompetitif Jadi Strategi Menekraf untuk RI Tarik Investor Global Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Peserta pelaku usaha kuliner binaan Kementerian Ekraf dalam pameran Food and Hospitality Indonesia 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (21/7).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan Indonesia berpeluang untuk menarik investor dari negara-negara yang terdampak secara langsung kondisi geopolitik global, lewat kualitas dan harga produk yang semakin kompetitif.

“Mungkin saja dari Indonesia mempunyai kelebihan, entah dari sisi harga atau kualitasnya yang bisa masuk ke pasar dari negara-negara terdampak (kondisi geopolitik global),” katanya ketika ditemui media dalam acara pameran Food and Hospitality Indonesia (FHI) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut dia, Indonesia memiliki peluang dari sisi harga maupun lokasi yang tidak berdampak secara langsung dari situasi konflik global.

Selain itu, ia mengatakan potensi investasi dari luar juga dinilai akan lebih besar dengan masuk ke Indonesia dengan harga yang kompetitif namun tetap memiliki kualitas yang dapat berdaya saing.

Ia juga mengatakan dalam pameran FHI 2026 bisa dijadikan kesempatan untuk memperluas pasar terutama industri ekonomi kreatif (ekraf) dari adanya pertemuan antara pelaku usaha dengan pelaku industri untuk membangun kemitraan, meningkatkan daya saing, serta mendukung pengembangan ekosistem bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Di tengah perkembangan ekonomi kreatif yang terus bertumbuh, industri hospitality, makanan dan minuman memiliki peran penting dalam mendorong inovasi, membuka peluang usaha dan menciptakan nilai tambah. Karena itulah setiap pertemuan dan pameran terkait ekosistem ini dapat menjadi awal dari sebuah kolaborasi besar,” kata Riefky.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Indonesia pada triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen secara tahunan (year-on-year).

Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,14 persen, sementara konsumsi pemerintah meningkat 21,81 persen.

Prospek industri makanan, minuman, dan hospitality Indonesia juga terus menunjukkan tren positif dengan menyumbang sekitar 2,68 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau senilai sekitar Rp639 triliun pada 2025.

Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi sekaligus tingginya permintaan terhadap sektor hospitality dan food service yang kini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.