Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Agar Tak Berlarut-larut, RI Dorong Negosiasi Asean-Canada FTA Bisa Kelar pada 2026

📅 Minggu, 26 Okt 2025, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Agar Tak Berlarut-larut, RI Dorong Negosiasi Asean-Canada FTA Bisa Kelar pada 2026 Doc: ANTARA/HO-Kemendag
Ket. Mendag Budi Santoso dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi Asean di sela rangkaian KTT Asean ke-47, di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (25/10/2025).

JAKARTA – Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Asean-Kanada sangat penting karena menciptakan peluang ekonomi, mendorong investasi, serta memperkuat hubungan strategis antara kedua kawasan.

Kanada sendiri berupaya menyelesaikan perjanjian ini pada akhir 2025, sejalan dengan peningkatan kemitraan strategisnya dengan Asean pada 2023.

Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengharapkan negosiasi Asean-Canada FTA (Free Trade Agreement) dapat selesai pada 2026.

Pernyataan itu diungkapkan Mendag RI dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri dan Menteri Ekonomi Asean (Asean Joint Foreign and Economic Ministers Meeting) yang digelar di sela rangkaian KTT Asean ke-47 di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Asean saat ini sedang melakukan negosiasi Asean-Canada FTA dan Indonesia berharap proses ini dapat diselesaikan pada 2026. Ke depan, Asean juga perlu menjajaki kerja sama baru dengan mitra strategis lainnya seperti Uni Eropa dan Dewan Kerja Sama Kawasan Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) untuk memperkuat diversifikasi ekonomi kawasan,” ujarnya dalam keterangan resmi, di Jakarta, Minggu (26/10).

Budi menyoroti urgensi memperdalam dan memperluas kemitraan ekonomi melalui proses aksesi untuk melengkapi manfaat dari Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP).

Dirinya menegaskan bahwa RCEP merupakan salah satu tonggak penting dalam memperkuat integrasi ekonomi regional, sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di kawasan Asia-Pasifik.

Mendag juga menambahkan, Asean perlu mendorong pemanfaatan dan modernisasi perjanjian perdagangan bebas Asean Plus One FTA untuk memperluas akses pasar, mendorong inovasi, serta memperkuat konektivitas rantai pasok di kawasan.

Dalam kesempatan itu, dia turut menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas pilar ekonomi dan keamanan dalam menghadapi dinamika geoekonomi dan geopolitik global.

“Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan Asean tetap tanggap, adaptif, dan responsif terhadap dinamika global yang semakin kompleks,” ujar Mendag.

“Pertemuan Menteri Luar Negeri dan Ekonomi Asean ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara kedua pilar, sekaligus menjadi kesempatan untuk meninjau kembali mekanisme dan kelembagaan Asean dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif kolektif,” ujar dia pula.

Pada pertemuan tersebut, dilaporkan pula bahwa para menteri menyambut baik laporan dan rekomendasi dalam Asean Geoeconomics Report (AGR) 2025 yang disusun oleh Asean Geoeconomics Task Force (AGTF). Laporan itu dinilai berhasil merumuskan analisis dan rekomendasi yang menjadi peta jalan bagi penguatan langkah kolektif Asean ke depan.

Salah satu pokok bahasan utama dalam pertemuan ini adalah rencana institusionalisasi AGTF untuk memastikan keberlanjutan dialog lintas pilar di lingkungan Asean.

“Indonesia berperan aktif dalam proses penyusunan laporan ini dan kami bangga karena laporan tersebut mencerminkan pemahaman dan kesepakatan bersama negara-negara Asean tentang bagaimana membangun ketahanan ekonomi kawasan, sambil tetap menjaga Asean sebagai kawasan yang terbuka dan berorientasi ke luar,” kata dia lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Nasional
Jejak Hatta-Sjahrir Dihidup...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.