Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kunjungi Pabrik Aqua, KDM Akui Sumber Air Berasal dari Pegunungan, Pakar ITB Jelaskan Proses Ilmiahnya

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 09:30 WIB | Oleh:
Kunjungi Pabrik Aqua, KDM Akui Sumber Air Berasal dari Pegunungan,  Pakar ITB Jelaskan Proses Ilmiahnya Doc: Istimewa
Ket. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi pabrik Aqua di Subang, Jumat (24/10).

SUBANG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, mengakui bahwa sumber air utama produk Aqua berasal dari mata air pegunungan. Pernyataan itu disampaikan usai kunjungannya ke pabrik Aqua di Subang, dalam rangka meninjau proses pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) tersebut.

“Mata air pegunungan, clear. Emang saya datang ke sini nggak ada niat jelek-jelekin Aqua,” kata KDM sesaat sebelum meninggalkan pabrik, Jumat (24/10).

Menurut KDM, air dari mata air pegunungan dialirkan melalui pipa ke area produksi untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sumber air baku. Pernyataan ini menepis anggapan sebagian masyarakat bahwa air kemasan diambil langsung dari aliran permukaan pegunungan.

Penjelasan ilmiah datang dari pakar hidrogeologi Institut Teknologi Bandung (ITB), Profesor Lambok M. Hutasoit, yang menegaskan bahwa air pegunungan sejatinya berasal dari sistem akuifer alami, lapisan batuan berpori yang terbentuk melalui proses geologi panjang dan berperan sebagai penyimpan air bersih.

“Air hujan yang turun di kawasan pegunungan akan meresap perlahan ke dalam tanah, melewati berbagai lapisan batuan. Dari proses inilah terbentuk akuifer yang menjadi sumber air pegunungan,” jelas Lambok.

Proses resapan alami tersebut bisa berlangsung selama bertahun-tahun, sekaligus berfungsi sebagai penyaring alami yang menjernihkan air dan menambah kandungan mineral bermanfaat.

Ia menambahkan, pemilihan sumber air dari akuifer pegunungan oleh industri AMDK didasarkan pada pertimbangan ilmiah yang kuat. Dibanding air tanah biasa, air dari akuifer pegunungan memiliki kualitas lebih stabil dan aman untuk dikonsumsi.

“Tidak semua air tanah bisa langsung diminum. Salah satu zat berbahaya yang bisa ditemukan dalam air tanah adalah Kromium VI, yang sangat beracun. Karena itu, air harus dianalisis kimianya terlebih dahulu sebelum digunakan,” tegas Lambok.

Selain faktor kimia, kondisi geologi juga berperan penting dalam menentukan kualitas air. Lapisan batuan seperti pasir, kapur, dan gamping dianggap ideal karena mampu menyaring air sekaligus melarutkan mineral alami. Sebaliknya, lapisan batuan lumpur lebih rentan terhadap kontaminasi dari lingkungan sekitar.

“Batuan yang mengandung air bisa ditemukan di kedalaman dangkal maupun dalam. Namun, yang dangkal lebih mudah tercemar, misalnya dari limbah rumah tangga atau saluran pembuangan,” ujarnya.

Penjelasan tersebut memperkuat alasan mengapa industri air minum seperti Aqua memilih sumber air dari akuifer dalam di kawasan pegunungan, demi menjamin kualitas, kemurnian, dan keamanan air minum yang dikonsumsi masyarakat setiap hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Open Base Lanud Hang Nadim

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Open Base Lanud Hang Nadim
Ekonomi
Pemasangan jaring untuk pro...
Nasional
Kapal Qi Jiguang dan Kunlun...

Karapan sapi di Bangkalan Madura

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Karapan sapi di Bangkalan M...
Rona
Pameran seni rupa karya sen...
Megapolitan
Pendaftaran Kartu Layanan G...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Megapolitan
Pemprov DKI hentikan sistem...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.