Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sirkuit Sepang Menjadi Ujian Adaptasi Generasi Baru Formula 1

6 Jumat, 02 Okt 2026, 07:10 WIB | Oleh:
Sirkuit Sepang Menjadi Ujian Adaptasi Generasi Baru Formula 1 Sirkuit Sepang Menjadi Ujian Adaptasi Generasi Baru Formula 1 Doc: Formula 1
Ket. Ilustrasi balapan Formula 1 di sirkuit Sepang, Malaysia.

SEPANG, MALAYSIA - Formula 1 kembali ke Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, akhir pekan ini setelah sembilan tahun absen. Kembalinya Sepang sekaligus menghadirkan tantangan unik karena lebih dari separuh pembalap yang menghuni grid 2026 belum pernah merasakan langsung karakter lintasan yang terakhir menggelar Grand Prix pada tahun 2017.

Sepang kembali masuk kalender setelah Liberty Media memindahkan Grand Prix Bahrain dari Sakhir ke Malaysia. Perubahan tersebut dilakukan menyusul situasi keamanan di Timur Tengah akibat perang Iran. Balapan tetap menggunakan nama Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia.

Sejak pertama kali menggelar F1 pada tahun 1999, Sepang menjadi salah satu sirkuit penting di kawasan Asia. Namun, pemerintah Malaysia menghentikan penyelenggaraan setelah 2017 karena biaya yang dinilai tidak lagi sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Kini, F1 kembali ke trek sepanjang 5,543 kilometer dengan 56 lap. Karakter Sepang menggabungkan lintasan lurus panjang dan tikungan berkecepatan tinggi yang menuntut keseimbangan antara kecepatan, stabilitas mobil, dan pengelolaan ban.

Dari 22 pembalap musim ini, hanya 10 yang pernah berlomba di Sepang. Juara dunia Lando Norris dan rekan setimnya di McLaren, Oscar Piastri, termasuk di antara mereka yang harus mempelajari trek dari awal.

McLaren telah mempersiapkan keduanya melalui simulator. Namun, simulator tidak sepenuhnya mampu menggantikan pengalaman nyata di lintasan, terutama menyangkut kondisi aspal dan perilaku ban.

Direktur balap McLaren Randy Singh menyebut sesi latihan hari Jumat akan sangat penting. Para pembalap harus beradaptasi dengan karakter trek, sementara tim bekerja menentukan konfigurasi mobil, memahami respons ban, serta mempelajari peluang menyalip dan karakter balapan dengan mobil serta unit tenaga generasi terbaru.

Kesenjangan pengalaman itu juga berlaku bagi tim. Tidak ada tim yang memiliki data referensi berarti dari mobil Formula 1 generasi sekarang di Sepang. Artinya, sebagian besar proses pengembangan setelan harus dilakukan dari awal.

Max Verstappen menjadi pembalap terakhir yang memenangkan balapan F1 di Sepang. Kemenangan pada tahun 2017 tersebut merupakan kemenangan keduanya di Formula 1. Sejak itu, regulasi, aerodinamika, ban, hingga karakter mobil telah berubah secara signifikan.

Sepang juga menyimpan kenangan bagi sejumlah pembalap. Pierre Gasly menjalani debut F1 di sirkuit ini pada tahun 2017 bersama Toro Rosso. Pada tahun yang sama, Charles Leclerc masih berstatus pembalap penguji Ferrari.

Tantangan lain datang dari ban. Pirelli memperkirakan permukaan Sepang relatif abrasif dengan tingkat kekasaran yang disebut memiliki kemiripan dengan Bahrain. Meski lintasan telah mengalami pelapisan ulang, karakter dasarnya dinilai masih relatif sama seperti 2017.

Grip diperkirakan rendah pada hari Jumat sebelum meningkat secara bertahap seiring permukaan lintasan semakin karet dan kondisi trek berkembang. Situasi tersebut membuat pemilihan setelan dan strategi ban menjadi persoalan penting sejak latihan bebas.

Cuaca tropis Malaysia menambah tingkat kesulitan. Temperatur tinggi dan kelembapan ekstrem akan menguji kondisi fisik pembalap sekaligus memperberat pengelolaan ban. Hujan deras yang dapat datang tiba-tiba juga berpotensi mengubah strategi balapan dalam hitungan menit.

Nico Hulkenberg, pembalap senior Audi yang telah menjalani lebih dari 260 start, menyebut Sepang tidak bergantung pada satu tikungan spektakuler. Namun, sejumlah sektor teknis menuntut presisi tinggi. Ditambah panas dan kelembapan, karakter tersebut membuat Sepang menjadi ujian tersendiri.

Lewis Hamilton juga memiliki catatan kuat di Sepang. Pembalap Ferrari itu berbagi rekor pole position terbanyak di sirkuit tersebut bersama Michael Schumacher dengan lima pole. Namun, Hamilton baru sekali memenangi balapan di Malaysia, yakni pada tahun 2014 bersama Mercedes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.