Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lestari Moerdijat: Narasi Kepemimpinan Perempuan di Indonesia Perlu Direkonstruksi Ulang

📅 Kamis, 23 Okt 2025, 13:38 WIB | Oleh:
Lestari Moerdijat: Narasi Kepemimpinan Perempuan di Indonesia Perlu Direkonstruksi Ulang Doc: istimewa
Ket. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

JAKARTA - Narasi kepemimpinan perempuan perlu direkonstruksi ulang sebab jalan perjuangan di berbagai bidang, termasuk perjuangan emansipasi, pendidikan, dan tantangan-tantangan yang dihadapi perempuan Indonesia belum selesai.

“Setiap saat rasanya kita masih menghadapi PR (pekerjaan rumah) yang itu-itu terus,” ujar Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat mengantarkan diskusi Forum Diskusi Denpasar 12 edisi ke-252 yang mengusung tema “Menuju 100 Tahun Kowani dan Peringatan 80 Tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)” di Jakarta, kemarin.

Dikusi dimoderatori Eva Kusuma Sundari (Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI) itu juga membahas kepemimpinan perempuan untuk dunia yang setara, refleksi peran PBB dan Kowani (Kongres Wanita Indonesia) dalam menghapus kesenjangan gender di semua ranah kehidupan.

Turut memberikan sambutan dalam diskusi tersebut, Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto dan Perwakilan UN Women di Republik Indonesia Ulziisuren Jamsran.

Berbicara sebagai narasumber Dr. Mutiah Amini (Dosen Sejarah Universitas Gadjah Mada), Fanda Puspitasari (Institut Sarinah-Feminis muda), dan penanggap Rita Serena Kolibonso (Komisioner Komisi Kejaksaan Republik Indonesia).

Menurut Rerie, sapaan Lestari Moerdijat, Forum Diskusi Denpasar 12mengusung tema tersebut untuk mengingatkan bersama-sama, guna melihat dan melakukan rekonstruksi ulang narasi kepemimpinan perempuan.

Rerie yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengingatkan, kepemimpinan perempuan di Indonesia diawali sejak zaman kolonialisme yang kemudian berkembang mengikuti perjalanan sejarah, yaitu dideklarasikannya Kongres Wanita Indonesia (Kowani) pada 1928.

“Inilah yang menjadi cikal bakal berbagai gerakan dan perjuangan kepemimpinan perempuan Indonesia,” kata Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI itu.

Sementara itu, Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto mengatakan, tema besar yang diusung Forum Diskusi Denpasar 12 hari ini, merupakan kesempatan bagi Kowani untuk melakukan refleksi sekaligus introspeksi tentang kepemimpinan perempuan Indonesia.

Menurut dia, kepemimpinan merupakan perjuangan yang perlu diwujudkan pada setiap sektor dalam penyelenggraan negara, masyarakat dan keluarga. Kepemimpinan harus bisa melahirkan keadilanberkelanjutan dan memperkecil kesenjangan.

“Ke depan, perempuan Indonesia bukan sekadar ibunda, tapi juga harus bisa menjadi ibu bangsa. Ke depan perempuan Indonesia tidak boleh ada lagi yang menjadi korban pelecehan seksual, dan kurir narkoba,” katanya.

Ulziisuren Jamsran, Perwakilan UN Women di Republik Indonesia, mengungkapkan bahwa menapaki usia PBB ke-80, dunia sedang menghadapi banyak masalah, terutama yang dihadapi para perempuan.

Masalah itu di antaranya terkait dengan teknologi, kemiskinan, lingkungan hidup, dan sosial.

Menurut dia, untuk menyelesaikannya, harus diselesaikan melalui politik, kebudayaan, dan keadilan sosial yang memberikan kesempatan yang sama kepada perempuan. “Kaum perempuan sendiri harus bisa merangkul komunitas-komunitas perempuan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.