Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keracunan Menu MBG Masih Terjadi di Pamekasan, Jatim dan di Lombok Timur

25 Senin, 20 Okt 2025, 13:10 WIB | Oleh:
Keracunan Menu MBG Masih Terjadi di Pamekasan, Jatim dan di Lombok Timur Keracunan Menu MBG Masih Terjadi di Pamekasan, Jatim dan di Lombok Timur Doc: antara foto
Ket. Keracunan program MBG di Pamekasan, Jatim.

PAMEKASAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur (Jatim) kini tengah menunggu hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya atas sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga memicu siswa sekolah dasar negeri di wilayah tersebut keracunan.

“Saat ini sampel makanan yang diduga menjadi penyebab siswa keracunan telah kami kirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya untuk diuji," kata Kepala Dinkes Pamekasan Saifudin di Pamekasan, Jawa Timur, Senin (20/10).

Kasus dugaan keracunan itu terjadi di SDN Toronan 1 pada 15 Oktober 2025. Sebanyak sembilan orang mengaku mengalami mual dan muntah-muntah setelah makan nasi dari program MBG.

Enam di antaranya terpaksa harus dirawat puskesmas terdekat, sedangkan empat lainnya menjalani rawat jalan.

"Selain mengambil sampel makanan, kami juga menerjunkan tim khusus untuk memantau langsung proses penyajian makanan yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi," katanya.

Kasus dugaan keracunan makanan di SDN Toronan 1 merupakan kejadian kali kedua di Pamekasan.

Sebelumnya, kasus keracunan makanan juga terjadi di SDN 1 Pasanggar, Kecamatan Pegantenan, dan Tanam Kanak-Kanak Al-Falah, Tlanakan pada 16 September 2025 dengan total jumlah korban mencapai 35 orang.

Hasil uji laboratorium yang dilakukan Dinkes Pamekasan menyebutkan bahwa penyebab keracunan itu karena makanan yang disajikan kepada siswa terkontaminasi mikroorganisme berbahaya.

"Yang di SDN 1 Toronan ini kami menunggu hasil uji lab. Dugaan sementara tim yang kami terjunkan, terindikasi karena proses penyimpanan dan distribusi makanan kemungkinan melebihi tenggat waktu ideal. Masa siap dan distribusi sepertinya terlalu lama. Tapi masih dugaan lho ya," ujar Saifudin.

Ditangani Puskesmas

Sementara itu, Ketua Satgas MBG Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Juaini Taofik mengatakan kasus keracunan siswa yang diduga usai mengonsumsi MBG di wilayah Pringgabaya telah tertangani dengan baik di tingkat puskesmas.

“Semua yang terjadi kami tangani dengan baik dan semua tak menginginkan hal ini terjadi," kata Juaini yang juga Sekda Lombok Timur di Lombok Timur, Senin (20/10).

Ia mengatakan ketika ada siswa yang tak bisa tertangani di puskesmas, pihak puskesmas telah diperintahkan untuk merujuk ke rumah sakit,. Tetapi disyukuri tidak ada siswa yang sampai dirujuk hingga ke rumah sakit.

“Alhamdulillah proses penanganan telah dilakukan, kami tidak menghendaki hal itu terjadi, tetapi kalau sudah terjadi tidak mungkin berdiskusi, tetapi dilakukan penanganan," katanya.

Dikatakan Sekda, terhadap permasalahan ini pun pihaknya tengah melakukan investigasi apa penyebab siswa mengalami diare dan muntah-muntah usai mengonsumsi MBG.

"Satgas melakukan investigasi. Dan hasil investigasi salah satu penyebabnya adalah jarak lokasi penyajian terlalu jauh dan lama," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Wapang TNI Tinjau Perbatasa...
Nasional
Kabar Duka, Mantan Panglima...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.