Malaysia Menipu, Nepal Minta Hasil Pertandingan Lawan Malaysia Dibatalkan. Kalau AFC Disuap Arab, PSSI Bisa Menuntut Pembatalan Juga Hasil Laga Lawan Arab
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 06:13 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Dalam lanjutan kualifikasi Piala Asia 2027 Nepal dikalahkan Malaysia 0-2. Namun karena Malaysia ketahuan menipu proses naturalisasi maka Nepal minta FIFA membatalkan hasil tersebut. PSSI juga harus meneliti kemungkinan Arab menyuap AFC agar menjadi tuan rumah babak keempat kualifikasi Piala Dunia 2026. Jika benar ada suap, PSSI juga wajib minta FIFA membatalkan hasil laga timnas melawan Arab.
Saat ini Federasi Sepak Bola Nepal (ANFA) mengajukan banding kepada FIFA untuk membatalkan kekalahan 0–2 dari Malaysia pada laga kualifikasi Piala Asia 2027, yang berlangsung di Johor pada Maret. Banding itu diajukan setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada tujuh pemain naturalisasi Malaysia yang dinilai tidak memenuhi syarat untuk memperkuat tim nasional.
“Kami telah mengajukan permintaan kepada FIFA terkait pemain yang tidak memenuhi syarat dalam pertandingan tersebut. Karena itu, hasilnya harus dibatalkan,” kata Ketua ANFA Indra Man Tuladhar, dikutip dari News Strait Times, Kamis. Sebelumnya, FIFA melarang tujuh pemain naturalisasi Malaysia bermain selama satu tahun dan mendenda Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) sebesar 440.000 dolar AS.
Badan sepak bola dunia itu menyatakan bahwa FAM menyerahkan dokumen asal-usul pemain yang dipalsukan agar mereka dapat dinyatakan memiliki keturunan Malaysia. FIFA menyebut hasil investigasi menunjukkan tidak satu pun dari ketujuh pemain tersebut yang memiliki orang tua atau kakek-nenek yang lahir di Malaysia. Namun, FAM membantah telah melakukan pelanggaran dengan sengaja.
Salah satu pemain yang terkena sanksi, Hector Hevel, sebelumnya mencetak gol pembuka bagi Malaysia dalam laga melawan Nepal tersebut. Ia juga bermain saat Malaysia menang 4–0 atas Vietnam pada laga Kualifikasi Piala Asia yang digelar Juni.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika banding Nepal diterima, maka hasil pertandingan dapat diubah dan berpotensi memengaruhi klasemen sementara Grup F. Saat ini, Malaysia memimpin klasemen dengan 12 poin, diikuti Vietnam dengan 9 poin, Laos dengan 3 poin, dan Nepal di posisi terbawah tanpa poin dari empat pertandingan.
Indonesia juga perlu menyelidiki kemungkinan kongkalikong AFC dan Arab. Sebab sebelumnya telah disepakati kualifikasi babak empat akan dilakukan di tempat netral. Tapi tiba-tiba seenaknya sendiri AFC menununjuk Arab sebagai tuan rumah. Pertanyaannya mengapa Arab? Mengapa tidak Indonesia atau bahkan Irak? Apa pun alasannya entah ranking atau apa tidak masuk akal penunjukan Arab bahkan juga andai menunjuk Indonesai atau Irak. Tentu ada apa-apa AFC dengan Arab (dan Qatar). Ini yang harus diselidiki Indonesia dan Irak, bahkan mestinya oleh FIFA!!!
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!