Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG: Maluku Utara Bersiaplah Hadapi Cuaca Buruk 17-22 Oktober

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 01:58 WIB | Oleh:
BMKG: Maluku Utara Bersiaplah Hadapi Cuaca Buruk 17-22 Oktober Doc: ant
Ket. ramalan cuaca

TERNATE – Cuaca ekstrem terjadi di banyak daerah, tak terkecuali Maluku Utara. Masyarakat Malut harus bersiaga menghadapi cuaca buruk sepekan ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Provinsi Maluku Utara pada periode 16-22 Oktober. 

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate, Sakimin, dalam keterangan resminya di Ternate, Kamis, menjelaskan bahwa hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya belokan dan perlambatan massa udara di sekitar wilayah Maluku Utara. Kondisi ini, kata dia, berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah di provinsi tersebut.

"Secara umum, kondisi cuaca di Maluku Utara selama periode 16–22 Oktober 2025 diprakirakan berawan dengan potensi hujan intensitas ringan hingga lebat secara fluktuatif. Hujan dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam hingga dini hari," ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap dampak turunan fenomena hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang. BMKG memaparkan, kondisi cuaca di Maluku Utara selama sepekan ke depan dibagi ke dalam tiga periode pengamatan.

Pada tanggal 16–17 Oktober 2025 hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Pulau Morotai, Kabupaten Halmahera Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Halmahera Tengah, dan Kabupaten Halmahera Selatan serta wilayah sekitarnya.

Sedangkan 18–19 Oktober potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di wilayah yang sama, dengan tambahan potensi hujan di Kabupaten Pulau Taliabu dan daerah sekitarnya. "BMKG memperkirakan hujan sedang hingga lebat akan kembali melanda sebagian besar wilayah Maluku Utara, meliputi Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan Halmahera Selatan," ujarnya.

BMKG mengingatkan seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem tersebut. Sakimin menegaskan pentingnya memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem pengelolaan sumber daya air, termasuk saluran drainase dan jaringan sungai, agar mampu menampung volume air hujan yang meningkat.

Ia juga menekankan perlunya koordinasi lintas sektor untuk meminimalisasi dampak bencana. "Pemerintah dan masyarakat perlu memastikan kapasitas infrastruktur dan tata kelola sumber daya air dalam kondisi siap.

Koordinasi dan sinergi antarinstansi seperti BPBD, Balai Wilayah Sungai Maluku Utara, dan Direktorat Lalu Lintas Polda Maluku Utara harus diperkuat untuk menghindarkan masyarakat serta arus lalu lintas dari zona rawan longsor, banjir, dan banjir bandang," tegasnya.

Selain langkah teknis, BMKG juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mengurangi risiko bencana hidrometeorologi melalui tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong membersihkan lingkungan, serta menata kawasan pemukiman agar tidak menghambat aliran air.

Dengan meningkatnya potensi hujan lebat dan angin kencang selama sepekan mendatang, BMKG berharap seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat di Maluku Utara dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi. "Selalu ikuti informasi resmi dan pembaruan prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan mengeluarkan informasi terkini bagi masyarakat," tutup Sakimin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
BPOM Bersama Universitas Ha...
Luar Negeri
Sejumlah Warga Terluka dala...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.