Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Ada Ampun! Pelni Ancam Pecat ABK yang Terlibat Narkoba Usai Pengungkapan 10 Kg Sabu

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 16:42 WIB | Oleh:
Tak Ada Ampun! Pelni Ancam Pecat ABK yang Terlibat Narkoba Usai Pengungkapan 10 Kg Sabu Doc: ANTARA/Walda Marison
Ket. Direktur SDM dan Umum PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Heri Purnomo pada jumpa pers di Markas Kodaeral III, Jakarta Utara, Rabu (15/10).

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menegaskan akan menindak tegas anak buah kapal (ABK) yang terlibat peredaran narkoba setelah TNI AL menggagalkan penyelundupan 10 kilogram sabu di kapal KM Kelimutu dari Pelabuhan Pontianak ke Tanjung Priok, Jakarta. Pelni memastikan seluruh kapal penumpang akan diawasi ketat bersama aparat TNI AL demi menjaga keamanan dan kenyamanan penumpang.

"Kami harus pastikan benar benar clean. Mana kala ada ketahuan memakai atau terlibat peredaran narkoba, kita tidak ada ampun lagi," kata Heri saat ditemui usai jumpa pers bersama pihak TNI AL di Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) III, Jakarta Utara, Rabu.

Menurut Heri, pihaknya sudah menerapkan sistem pengamanan kapal sesuai dengan standard yang berlaku.

Dia menjelaskan di setiap kapal besar yang mengangkut penumpang dengan jumlah 20.000 orang akan dijaga oleh delapan anggota TNI AL selama berlayar.

Untuk kapal dengan ukuran lebih kecil akan dikawal oleh empat anggota TNI AL. Pengamanan itu merupakan buah dari perjanjian kerja sama (PKS) yang terjalin antara pihak PT. Pelni dan TNI AL.

Tidak hanya itu, Heri mengatakan pihaknya juga mewajibkan seluruh awak kapal wajib menjalani tes kesehatan sebelum bertugas.

Hal tersebut dilakukan guna memastikan petugas yang ada di dalam kapal tidak di bawah pengaruh narkotika selama berlayar.

Dengan standar pengamanan tersebut, Heri memastikan akan mencegah aksi peredaran narkotika di kapal demi kenyamanan penumpang.

Sebelumnya, Komandan Kodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia dalam jumpa pers yang sama menjelaskan pihaknya menggagalkan penyelundupan sabu seberat 10 kilogram di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Senin (13/10) lalu.

Dia menjelaskan penangkapan itu bermula dari masuknya informasi intelijen yang mengatakan akan ada aksi penyelundupan sabu dari Pontianak ke Jakarta.

Uki melanjutkan, info tersebut mengatakan sabu akan dibawa oleh beberapa orang yang menumpang KM Kelimutu dari Pelabuhan Pontianak menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Berdasarkan informasi tersebut, kata Uki, petugas langsung bergegas menjaga pintu masuk penumpang khusus penumpang dari kapal pada Senin.

Sekitar pukul 03.00 WIB, penumpang pun mulai berdatangan, namun di tengah ramainya penumpang, petugas mencurigai satu orang penumpang.

Penumpang yang dicurigai itu lalu diperiksa menggunakan mesin x-ray dan pemeriksaan manual secara mendalam. Benar saja, petugas TNI AL menemukan tiga kantong berisi sabu yang ditempelkan ke badan pelaku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.