Bantul Ajak Warga Menjadi Contoh bagi Daerah Lain Tidak Buang Sampah ke Sungai
📅 Rabu, 15 Okt 2025, 13:53 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BANTUL – Kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai menjadi sumber banjir, polusi, dan dampak negatif lainnya. Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengajak warganya menjadi contoh bagi daerah lain agar tidak membuang sampah ke sungai. Pemkab Bantul terus menguatkan koordinasi dengan daerah lain di provinsi ini, terutama wilayah utara, agar tidak membuang sampah di aliran sungai atau daerah hulu yang berhilir ke Bantul.
"Kita sudah berkali kali rapat koordinasi bersama Bupati Sleman dan Walikota Yogyakarta, agar gerakan bersih dan tidak membuang sampah di sungai, tidak hanya Bantul saja, tapi juga DIY," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai Gerakan Bersih Sungai di Bantul, Rabu. Menurut dia, pembuangan sampah di sungai yang bermuara di wilayah Bantul, seperti Sungai Code di Kota Yogyakarta, atau Sungai Oya di Sleman nanti akan berdampak pada tersebarnya sampah di lingkungan sungai Bantul.
"Dan mereka menyadari itu, Bupati dan Walikota getol untuk melakukan sosialisasi itu. Saya menyampaikan terima kasih dari hulunya sudah dicegat sampah hilirnya sini juga akan bersih," katanya. Lebih lanjut Bupati Abdul Halim mengatakan sebagai upaya menjaga kebersihan sungai dari sampah, dilakukan aksi bersih Sungai Code dengan melibatkan generasi muda, siswa, relawan, dan tokoh masyarakat, serta aktivis peduli lingkungan dari berbagai komunitas.
"Jadi ini salah satu implementasi komitmen kami mewujudkan Program Bantul Bersih Sampah 2025, dengan membangun budaya di lingkungan generasi muda, selain berbagai sarana dan prasarana pengolahan sampah yang telah kita bangun," katanya. Bupati Halim mengatakan budaya menumbuhkan gerakan bersih lingkungan juga sudah diterapkan di sekolah dan madrasah untuk membuat biopori atau lubang resapan untuk mengolah sampah mandiri, khususnya organik.
"Di sekolah sekolah dan madrasah ada sekolah Adiwiyata, kemudian sekolah sekolah itu sudah kita wajibkan untuk membangun biopori. Jadi ini memang yang kita bangun itu kebiasaan, budayanya. Kalau itu selesai, Insya Allah sampah selesai," katanya. Selain gerakan bersih lingkungan sungai, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan penanaman bibit pohon agar menjaga lingkungan tetap asri dan tebar benih ikan guna menjaga populasi ikan di perairan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!