Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IPN Gandeng Unhas dan Perusahaan Tiongkok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare

📅 Selasa, 14 Apr 2026, 01:05 WIB | Oleh:
IPN Gandeng Unhas dan Perusahaan Tiongkok, Targetkan Produksi Padi 12 Ton per Hektare Doc: Antara
Ket. Penandatanganan kerja sama riset antara PT Industri Padi Nusantara (IPN) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk pengembangan bibit pada unggul.

JAKARTA - PT. Industri Padi Nusantara (IPN) menandatangani perjanjian kerjasama di bidang riset dan pengembangan pembibitan padi dengan Universitas Hasanudin, Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd. dan Guandong Institute of Modern Agricultural Equipmentdi Hotel Kunlun, Beijing, Tiongkok tanggal 8 April 2026.

“Kerja sama ini akan dibiayai oleh PT. IPN untuk mendukung penyediaan bibit padi unggul yang menghasilkan padi minimal 12 ton per hektar setiap kali panen, di lahan persawahan seluas 5.000 ha milik PT. Silampari Agro Nusantara (SAN), anak usaha PT. IPN di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan,” ujar Dirut PT. IPN Andi Nursyam Halid dalam keterangan diterima di Jakarta, Senin (13/4).

Menurutnya, lahan pertanian milik PT. SAN di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung seluas 5.000 ha dan Kabupaten Marauke, Papua seluas 10.000 ha juga akan digarap menggunakan bibit padi unggul tersebut. “Berbagai fasilitas riset yang diadakan PT IPN, anak perusahaan PT Nusantara Halid, dan Universitas Hasanudin tersebut akan difasilitasi oleh PT Grand Seleron Investama, partner bisnis PT Nusantara Halid,” lanjutnya.

Perjanjian kerjasama tersebut ditandatangani oleh Dirut PT. IPN Andi Nursyam Halid,Rektor Universitas Hasanudin Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, dan Dr. Jinshi Jia Direktur Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd, yang juga mewakili Guandong Institute of Modern Agricultural Equipment.

Penandatanganan disaksikan oleh Prof. Dr (HC). Nurdin Halid sebagai Founder PT. Nusantara Halid, Andi Muhammad Zunnun Nurdin Halid (Komisaris Utama IPN), Nani Rahayu (Komisaris PT. Nusantara Mineral Sukses Abadi), Andi Al Bisri Nurdin Halid (Komisaris PT. Nusantara Mineral Sukses Abadi), Prof. Dr. Rismaneswati (Dekan Fakultas Pertanian Universitas Hasanudin), dan Prof. Dr. Jafar Hafsah.

PT. IPN juga menandatangani perjanjian pembiayaan peralatan pembibitan dengan Senyuanda Ecological Environmental Group, Co. Ltd dan Guandong Hongke Agriculture Machinery R&D Co, Ltd. Berbagai peralatan agrikultur tersebut diperlukan mulai dari pengolahan lahan sampai panen dengan total investasi sebesar Euro 35.000.000,-.

“Semua peralatan tersebut akan dikirim ke lokasi pembibitan dan budidaya padi PT. SAN di kabupaten Musi Rawas. Adapun Rice Mill atau penggilingan padi akan segera dibangun di Kabupaten Tulang Bawang, Lampung yang berkapasitas 100.000 ton per tahun untuk tahap pertama yang selanjutnya akan di tingkatkan hingga 400.000 ton per tahun,” ujar Andi Nursyam Halid.

Dia menjelaskan, pabrik penggilingan padi tersebut akan menjadi pusat pengolahan gabah dari para petani di Tulang Bawang dan sekitarnya yang berada di Kawasan Industri Terpadu. Sebelumnya IPN menandatangi MoU dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk membangun kawasan Industri terpadu seluas 1.400 ha yang berlokasi di dekat lahan budi daya padi 5.000 ha disana.

Studi Banding

Sehari sebelumnya rombongan mengunjungi fasilitas pengembangan bibit, pabrik peralatan penggilingan padi (Rice Mill Equipment Factory) dan lokasi penggilingan padi dengan kapasitas 160.000 ton per tahun di Kabupaten Yangzhou, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Kunjungan ini merupakan studi banding untuk bahan penelitian dan pengembangan bibit padi unggul di Indonesia yang semua fasilitas laboratoriumnya akan dibangun oleh PT. IPN di Musi Rawas, Tulang Bawang dan Marauke.

Ikut pula dalam rombongan ini, Abdul Rahman Zainuddin (Direktur Operasional IPN), Andi M. Rifki Naufal (Direktur IPN), Rodi Wijaya (Direktur PT. Silampari Agro Nusantara, Anak Usaha IPN), Andi M. Natsir Halid, Mardianto. Rombongan Team Ahli Pembibitan dan Budidaya Padi dari Universitas Hasanuddin yakni Prof. Dr. Rinaldi Sjahril, Prof. Dr. Yunus Musa, Dr. M. Fuad Anhori.Mereka menjalankan studi banding untuk bahan penelitian

Di hari yang sama, mereka mengunjungi kantor dan pabrik Agri farm, yang bergerak di bidang pengeringan dan penyimpanan biji-bijian, penggilingan beras, pembuatan pabrik makanan ternak, pembuatan peterankan ayam terpadu, peternakan sapi dan sapi perah, pembuatan pabrik minyak dari biji-bijian dan pengolahan biji-bijian lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.