Sampah Organik Jadi Solusi, Yogya Siapkan Unit Pengolahan Pupuk Modern
📅 Jumat, 10 Okt 2025, 17:45 WIB | Oleh: Eko S
Doc: dok. Pemkot Yogya
YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus mencari solusi berkelanjutan untuk menekan volume sampah, terutama dari jenis organik, melalui pengembangan teknologi pengolahan menjadi pupuk. Salah satu langkah nyata yang kini ditempuh adalah pembangunan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPO) di kawasan Jalan Sidomulyo, Bener, Tegalrejo.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, saat meninjau lokasi pembangunan pada Kamis (9/10), mengatakan bahwa keberadaan unit pengolahan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemkot dalam mengurai persoalan sampah sekaligus memperkuat sektor pertanian perkotaan yang berkelanjutan.
“Kami ingin membuat unit pengolah pupuk organik di sini. Karena masih ada sawah yang kita miliki, tidak ada salahnya kalau kita mencoba membuat pupuk sendiri. Saat ini pupuk organik sedang diunggulkan, karena apa pun yang berbasis organik itu lebih sehat,” ujar Hasto.
Ia menjelaskan, bahan dasar pembuatan pupuk akan memanfaatkan limbah organik dari lingkungan sekitar, seperti daun kering hasil sapuan jalan dan sisa makanan rumah tangga. Dengan begitu, pengelolaan sampah tidak hanya mengurangi timbunan di perkotaan, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi sektor pertanian.
“Daun-daun kering itu bisa kita manfaatkan untuk pupuk organik yang sehat. Nantinya kegiatan ini akan terintegrasi dengan sistem pertanian, karena kebutuhan di bidang pertanian itu saling terkait,” imbuhnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hasto menargetkan pembangunan UPO rampung dan mulai beroperasi paling lambat pada Desember tahun ini. “Desember kita jadikan deadline, kalau bisa sebelum itu lebih baik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, Sukidi, menjelaskan bahwa pembangunan UPO di Sitimulyo merupakan bagian dari konsep "integrated farming" atau pertanian terpadu, yakni sistem yang menggabungkan pengelolaan sampah dengan pemanfaatan hasilnya untuk kebutuhan pertanian kota.
Menurut Sukidi, pupuk yang dihasilkan dari unit tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pertanian lokal dan sebagai media tanam ramah lingkungan. “Luas bangunan hanggar yang kami rencanakan sekitar 200 hingga 300 meter persegi. Proses pengolahannya dimulai dengan mencacah bahan organik menggunakan chopper, sehingga ukurannya kecil dan siap melalui tahap fermentasi hingga menjadi pupuk,” jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia optimistis pembangunan fasilitas ini dapat rampung pada akhir Oktober dan segera beroperasi. “Kami berharap Oktober sudah selesai dan bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya.
Sukidi menambahkan, kehadiran UPO diharapkan mampu memperkuat pengelolaan sampah organik dari hulu ke hilir agar lebih efisien dan bernilai guna, sekaligus mewujudkan Kota Yogyakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!