Investasi Proyek “Waste to Energy” Tembus Rp91 Triliun, Energi dari Sampah Jadi Bisnis Masa Depan!
📅 Jumat, 10 Okt 2025, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO-Mohammad Ayudha
JAKARTA – Proyek waste to energy atau pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) menjadi terobosan penting dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan sekaligus memperkuat transisi energi bersih nasional.
Melalui teknologi konversi sampah menjadi energi, proyek ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah di TPA dan menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Tantangan utamanya terletak pada efisiensi teknologi, kepastian pasokan sampah, serta model bisnis yang menarik bagi investor.
Jika dikelola dengan baik, PSEL bisa menjadi solusi ganda—menekan emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat ketahanan energi di wilayah perkotaan.
CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) Rosan Roeslani mengungkapkan proyek waste to energy atau pembangunan stasiun PSEL di 33 kota di seluruh wilayah Indonesia membutuhkan investasi dengan total nilai sekitar Rp91 triliun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setiap stasiun Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) diperkirakan memiliki kapasitas pengelolaan sekitar 1.000 ton sampah per hari.
“Mungkin total investasinya itu mencapai kurang lebih Rp91 triliun untuk di 33 daerah. Waktu itu angka yang diambil berdasarkan 1.000 ton (kapasitas per hari per PSEL) karena di satu daerah bisa menjadi lebih,” kata Rosan dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta, Jumat (10/10).
Rosan mengatakan bahwa pihaknya juga akan menghadirkan showcase untuk program waste to energy selama gelaran ISF. Menurutnya, proyek ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para investor dan calon investor.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya mendapat informasi, yang ingin ikut program atau terdaftar sudah mencapai 192 perusahaan untuk program waste to energy yang baru saja kita sampaikan ini,” kata dia.
Menurut dia, IISF menjadi forum yang sangat baik, tidak hanya dari segi peluang investasi tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan berbagai kebijakan dan regulasi pemerintah Indonesia kepada calon investor.
Rosan menegaskan bahwa program waste to energy sangat penting karena tidak hanya memberikan dampak positif terhadap penyediaan listrik, tetapi juga terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Kami tidak bisa melaksanakan program ini sendirian, sehingga kami sangat terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, baik lokal maupun internasional, demi mewujudkan tujuan tersebut,” kata dia.
Adapun peluncuran program waste to energy direncanakan berlangsung pada awal November 2025, serta akan dilakukan melalui proses lelang yang terbuka dan transparan.
Melalui waste to energy, ia berharap bahwa dalam dua tahun ke depan, sebagian besar sampah di kota-kota besar dapat diubah menjadi energi listrik sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!