Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Sekadar Konser, Jakarta Music Con 2025 Jadi Ajang Besar Para Pelaku Musik Bicara Jujur Soal Industri

📅 Kamis, 09 Okt 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Bukan Sekadar Konser, Jakarta Music Con 2025 Jadi Ajang Besar Para Pelaku Musik Bicara Jujur Soal Industri Doc: Istimewa

JAKARTA – Dunia musik Tanah Air tengah menghadapi dinamika menarik antara kreativitas dan tantangan industri. Di tengah maraknya festival, rilisan digital, dan arus algoritma, Jakarta Music Con (JMC) 2025 hadir membawa semangat perubahan lewat tema “Beyond Music: Time to Change”, yang akan berlangsung di Dome, Senayan Park, Jakarta pada 11–12 Oktober 2025.

JMC 2025 menjadi ruang berkumpulnya pelaku industri, musisi, regulator, promotor, hingga penikmat musik dalam satu wadah interaktif. Tahun ini, acara tersebut membagi dua sesi utama, yaitu “Bicara Musik” dan “Bisik Musik”, yang menghadirkan pembahasan dari sisi kreatif hingga teknis industri musik.

Sesi “Bicara Musik” akan menampilkan obrolan terbuka para seniman dan kreator tentang makna, cerita, dan visual di balik karya mereka. Sementara “Bisik Musik” menjadi ruang lebih intim bagi para profesional industri untuk mengupas tuntas soal produksi, manajemen, dan keberlanjutan ekosistem musik di era digital.

Lewat dua ruang diskusi tersebut, JMC berupaya menjembatani kesenjangan antara kreativitas dan realitas bisnis musik. Acara ini juga membahas isu penting seperti kolaborasi antara band dan brand, royalti, hingga pengaruh visual dalam membentuk pengalaman musik di era konten digital.

Beberapa nama besar akan turut hadir dalam sesi diskusi, seperti LocalFest, Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Grafis Masa Kini, dan The Maple Media. Mereka akan berbagi pandangan tentang bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat fondasi industri musik Indonesia ke arah yang lebih sehat dan transparan.

CEO Antara Suara, Andri Verraning Ayu, menegaskan bahwa JMC menjadi wadah penting untuk mempertemukan seluruh elemen industri musik. “Beyond Music dihadirkan untuk mengingatkan bahwa musik tidak hanya soal siapa yang tampil di atas panggung, tetapi juga siapa yang bekerja di baliknya. Kami ingin menciptakan ruang jujur bagi pelaku industri untuk bicara apa adanya dan membangun sistem yang lebih adil serta kolaboratif,” ungkapnya.

Tahun ini, YouTube Music Academy turut berkolaborasi dalam rangkaian acara JMC 2025 dengan menghadirkan sesi Vision into Motion, The Music Trend Playbook, dan Fan Power. Melalui diskusi ini, para peserta dapat memahami bagaimana video, komunitas, dan digital fandom membentuk cara baru dalam menikmati dan memproduksi musik.

Tak hanya itu, VIXTAPE/Vindes juga akan tampil dalam sesi khusus bersama YouTube Music Academy, memperkaya sudut pandang tentang bagaimana teknologi mempercepat kolaborasi antara kreator dan audiens. Kolaborasi lintas platform ini diharapkan bisa membuka peluang baru bagi musisi muda untuk memperluas jaringan dan pasar mereka.

JMC 2025 juga menghadirkan Music Showcase yang menampilkan talenta lokal pilihan hasil kurasi bersama TuneCore. Beberapa nama yang akan tampil antara lain Akaracita dan Jaguank sebagai perwakilan musik etnik Indonesia, serta sub:shaman, VVYND, SATU PER EMPAT, dan Swellow yang membawa warna musik alternatif masa kini.

Selain itu, Merch Making Market (MMM) akan kembali digelar untuk mewadahi kolaborasi antara musisi, brand, dan seniman visual. Pengunjung dapat menemukan rilisan dan merchandise spesial yang hanya tersedia selama acara berlangsung, menjadikan JMC 2025 bukan hanya tempat diskusi, tapi juga ruang perayaan kreativitas musik dalam berbagai bentuknya.

Semua sesi di Jakarta Music Con 2025 dapat dihadiri secara gratis dengan melakukan registrasi melalui situs resmi jakartamusiccon.com. Pengunjung dapat mengikuti berbagai kegiatan interaktif, mulai dari diskusi, pameran, hingga pertunjukan musik yang dikurasi dengan cermat untuk menggambarkan lanskap musik Indonesia masa kini.

Lebih dari sekadar festival, JMC 2025 dihadirkan sebagai wadah refleksi bagi seluruh pelaku industri musik. Acara ini mengajak semua pihak untuk berkolaborasi, memperkuat ekosistem, dan bersama-sama menentukan arah masa depan musik Indonesia agar tetap relevan di tengah perkembangan global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.