Konser Kanye West Mengguncang Stadion Gelredome di Belanda, Penggemar Abaikan Isu Anti-semit
📅 Minggu, 07 Jun 2026, 13:37 WIB | Oleh: Tim PenulisARNHEM - Puluhan ribu penggemar menyaksikan penampilan rapper AS Kanye West di Belanda pada Sabtu (6/6), meskipun ada kontroversi terkait ujaran anti-Semitnya yang menyebabkan pembatalan beberapa konser di Eropa.
West memicu kemarahan luas dengan komentar-komentar yang mengagungkan pemimpin Nazi Adolf Hitler, dengan sebuah lagu berjudul "Heil Hitler" dan penjualan kaos bergambar swastika di situs webnya.
Di luar stadion Gelredome di kota Arnhem bagian timur, tempat 40.000 orang menghadiri konser tersebut, para penggemar mengatakan mereka ingin memisahkan musik dari reputasi kontroversial artis berusia 48 tahun yang kini dikenal sebagai Ye.
"Saya tidak mendukung semua hal yang dia katakan, itu benar-benar kontroversial," kata Loes Snyers, seorang mahasiswa Belgia berusia 20 tahun.
"Tapi bagi saya, saya benar-benar tidak peduli dengan reaksi negatif atas semua hal buruk yang dilakukan para artis, saya benar-benar fokus pada musik."
Sebaiknya Anda baca juga:
Rapper tersebut membantah telah bersikap anti-Semit dan menjauhkan diri dari pernyataannya di media sosial. Ia beralasan pernyataan tersebut disebabkan oleh gangguan bipolar yang dideritanya.
Di dekat lokasi konser, organisasi Yahudi CIDI menggelar protes kecil terhadap artis tersebut, dengan menampilkan kutipan-kutipan anti-Semit dari rapper itu di papan-papan poster.
"Saya tahu para penggemarnya mungkin datang untuk mendengarkan musiknya, tetapi kita tidak bisa mengabaikan kebencian terhadap Yahudi yang telah ia sebarkan secara luas di masa lalu," kata direktur CIDI, Naomi Mestrum.
Sebaiknya Anda baca juga:
Organisasi tersebut berupaya agar konser itu dibatalkan, tetapi pengadilan Amsterdam memutuskan pertunjukan tersebut tidak menimbulkan ancaman ketertiban umum.
Konser Ye dibatalkan di Inggris Raya, Prancis, Polandia, dan Italia.
"Kami tidak senang dengan kenyataan dia mendapatkan panggung sebesar ini di Belanda, sementara negara-negara lain di sekitar kami telah menarik garis moral dan menolaknya," kata Mestrum.
"Jika Anda benar-benar ingin memperbaiki kesalahan, Anda harus melakukan lebih dari sekadar permintaan maaf di Twitter."
Ye dijadwalkan tampil di ibu kota Albania, Tirana, pada 11 Juli dan di Praha pada 25 Juli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!