Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Anung Gandeng Kemenkes Perkuat Layanan RSPI Sulianti Saroso

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 16:45 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Anung Gandeng Kemenkes Perkuat Layanan RSPI Sulianti Saroso Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, dan Kementerian Kesehatan. Kolaborasi tersebut difokuskan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan Jakarta, khususnya dalam menghadapi penyakit infeksi serta memperkuat layanan kesehatan.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Prof. Dr. Sulianti Saroso, dan Kementerian Kesehatan. Kolaborasi tersebut difokuskan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan Jakarta, khususnya dalam menghadapi penyakit infeksi serta memperkuat layanan kesehatan di kawasan utara yang terus berkembang.

Saat mengunjungi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso di Jakarta Utara, Kamis (23/7), Pramono mengatakan kawasan utara Jakarta memiliki prospek besar sebagai pusat pertumbuhan baru. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur kesehatan dinilai menjadi kebutuhan penting untuk mendukung aktivitas masyarakat di wilayah tersebut.

"Kunjungan ini untuk memperkuat sinergi antara RSPI yang berada di bawah Kementerian Kesehatan dengan Pemerintah DKI Jakarta. Saya melihat salah satu masa depan Jakarta berada di kawasan utara. Ada JIS, Ancol, dan kini konektivitas keduanya semakin baik sehingga jumlah masyarakat yang datang terus meningkat. Karena itu, harus ada sistem pendukung, termasuk rumah sakit yang siap memberikan pelayanan apabila dibutuhkan," ujar Pramono.

Dalam kunjungan tersebut, Pramono meninjau berbagai fasilitas rumah sakit sekaligus membahas peluang kerja sama di bidang pelayanan kesehatan, pengembangan fasilitas, pendidikan, hingga riset. Menurutnya, keberadaan RSPI Sulianti Saroso sangat strategis karena berada di dekat Jakarta International Stadium (JIS), Ancol, Pelabuhan Tanjung Priok, serta terhubung dengan jaringan transportasi publik.

RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso berdiri di atas lahan sekitar 131 ribu meter persegi dengan luas bangunan mencapai 22 ribu meter persegi. Rumah sakit ini berperan sebagai pusat rujukan penyakit infeksi bagi pasien dari Jakarta maupun berbagai daerah di Indonesia, sekaligus menjalankan fungsi pendidikan, pelatihan, penelitian, pengembangan teknologi kesehatan, dan penguatan kapasitas rumah sakit lain melalui jejaring pengampuan penyakit infeksi.

Pramono menilai kapasitas tersebut perlu terus dioptimalkan melalui kolaborasi lintas sektor. Penguatan fasilitas kesehatan dan jejaring pelayanan dinilai penting untuk meningkatkan kesiapan Jakarta dalam menghadapi berbagai risiko kesehatan maupun potensi kedaruratan akibat penyakit infeksi.

"Salah satu yang ingin diperkuat adalah ketahanan kesehatan atau health resilience. Rumah sakit dengan fasilitas sebaik ini akan semakin optimal apabila seluruh pemangku kepentingan, terutama Pemerintah DKI Jakarta, bersama-sama mendukung pengembangan dan peningkatan fasilitas yang diperlukan," jelasnya.

Selain pelayanan kesehatan, kerja sama juga akan diperluas pada bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi kesehatan. Menurut Pramono, kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, dan perguruan tinggi akan memperkuat kualitas tenaga kesehatan sekaligus menghasilkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

"Harapan saya, ke depan kita dapat bekerja sama membangun ekosistem kesehatan yang lebih kuat bersama RSPI dan Kementerian Kesehatan. Rumah sakit ini juga telah menjadi rujukan bagi berbagai perguruan tinggi, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah," katanya.

Direktur RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, dr. H. Harli Amir Mahmudji, Sp.PD-KEMD, menyambut baik penguatan kerja sama tersebut. Ia berharap sinergi antara RSPI dan Pemprov DKI Jakarta semakin erat sehingga mampu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperluas jangkauan layanan bagi masyarakat di masa mendatang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.