Jangan Cuma Parkir Dana! Ekonom Desak Rp200 Triliun Digelontorkan ke Sektor Produktif Jika Ingin Perekonomian Ngebut
📅 Rabu, 08 Okt 2025, 15:18 WIB | Oleh: Tim PenulisSebagai pembanding, Fakhrul mencontohkan beberapa negara yang berhasil memanfaatkan instrumen modal ventura sebagai perpanjangan tangan kebijakan fiskal.
Singapura, misalnya, membentuk Heliconia Capital di bawah Temasek Holdings untuk membiayai ekspansi perusahaan menengah nasional. Korea Selatan memiliki Growth Ladder Fund, dana pemerintah yang diputar melalui venture capital swasta untuk mendanai startup dan UKM teknologi. Sementara Prancis menjalankan model Bpifrance, yang menyalurkan dana publik melalui mekanisme co-investment dengan sektor swasta dan bank pembangunan regional.
“Semua negara maju menggabungkan dana negara dengan keberanian pasar. Itulah yang belum kita lakukan,” kata Fakhrul.
“Indonesia bisa menciptakan versi kita sendiri, dana Rp200 triliun ini bisa jadi langkah awal membangun arsitektur venture-based development. Di sini peran pengusaha pada umumnya dan Kadin pada khususnya akan muncul, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pembiayaan dan bisnis yang kuat,” ujarnya lagi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menutup pandangannya, Fakhrul menegaskan bahwa kebijakan fiskal yang efektif bukan hanya soal percepatan penyerapan dana, melainkan juga tentang kemampuan menyalurkan keberanian ke dalam sistem ekonomi.
“Ketika ini tercapai, pengusaha akan kembali terbuka pikiran akan prospek yang ada dan keberanian untuk memulai akan muncul. Kebijakan fiskal tidak cukup hanya memindahkan dana. Ia harus membentuk penyaluran keberanian untuk memutar perekonomian. Venture capital adalah instrumen keberanian yang bisa diukur, dan di sinilah uang negara bisa benar-benar bekerja,” katanya pula.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!