Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RSHS Bandung Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam Asal Tasikmalaya

📅 Selasa, 10 Jun 2025, 20:02 WIB | Oleh:
RSHS Bandung Berhasil Pisahkan Bayi Kembar Siam Asal Tasikmalaya Doc: ANTARA/Rubby Jovan
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menggendong bayi kembar siam bernama Nadia dan Nadira di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/6).

KOTA BANDUNG - Tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam dempet bokong (pygopagus) asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Ketua Tim Pemisahan Bayi Kembar Siam RSHS, dr. Dikki Drajat Kusmayafi, menjelaskan bahwa sejak usia dua hari, bayi bernama Nadia dan Nadira telah dirujuk dan ditangani di RSHS. Namun, proses operasi baru bisa dilakukan pada awal Mei 2025 karena menyesuaikan berbagai faktor medis.

“Memang, biasanya untuk kembar siam tidak langsung dilakukan operasi. Ada persyaratan waktu sebelum bisa dilakukan tindakan pemisahan. Umumnya, operasi dilakukan setelah usia delapan bulan,” kata Dikki di Bandung, Selasa.

Menurut Dikki, tantangan utama dari operasi ini adalah posisi dempet di bagian bokong yang melibatkan tulang ekor, tulang sakrum, serta sebagian sistem organ seperti usus besar dan organ reproduksi.

“Bagian luar vaginanya bersatu, dua vagina tapi menyatu. Namun, masing-masing bayi memiliki struktur organ dalam perempuan yang lengkap, seperti rahim dan indung telur masing-masing,” kata dia.

Dia menerangkan tantangan selanjutnya yakni kedua bayi tersebut hanya memiliki satu anus, sehingga tim dokter membuatkan satu anus baru dan kolostomi sementara untuk masing-masing bayi.

“Ini masih menjadi pekerjaan rumah ke depan, karena harus dilakukan penyempurnaan pada anus yang baru,” katanya.

Lebih lanjut, Dikki menjelaskan operasi ini melibatkan tim gabungan lintas spesialisasi dengan lebih dari 40 dokter, termasuk ahli saraf yang menggunakan berbagai sensor untuk memantau sistem persarafan bayi selama tindakan.

“Jadi, selama tindakan, tubuh bayi dipasangi sensor-sensor untuk memastikan bahwa pemisahan dilakukan secara proporsional dan aman,” kata dia.

Ia menambahkan, bayi Nadia dan Nadira merupakan pasangan kembar siam ke-13 yang berhasil dipisahkan melalui operasi di RSHS, dari total 33 kasus kembar siam yang pernah ditangani.

Menurutnya, tidak semua kasus dapat dilakukan pemisahan karena keterbatasan organ penting seperti jantung atau otak.

“Ada juga pasien kembar siam yang tidak kami pisahkan, tapi bisa hidup hingga besar. Bahkan ada yang bisa naik sepeda, tentu dengan alat khusus,” katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.