Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Jantung Ekonomi Rakyat Kota Yogyakarta

📅 Selasa, 07 Okt 2025, 16:30 WIB | Oleh:
Koperasi Merah Putih Disiapkan Jadi Jantung Ekonomi Rakyat Kota Yogyakarta Doc: Dok. Pemkot Yogya

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat peran Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebagai wadah ekonomi kerakyatan di tingkat lokal. Melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas anggota, koperasi ini diharapkan mampu menggerakkan potensi ekonomi masyarakat di setiap kelurahan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan hal itu saat menghadiri Temu Kemitraan KKMP di Plaza Balai Kota, Selasa (7/10). Menurutnya, koperasi tidak hanya menjadi tempat jual beli atau transaksi ekonomi semata, melainkan ruang bagi warga untuk menggali potensi lokal yang bisa memberikan nilai tambah ekonomi bagi lingkungannya.

“Kita berharap Koperasi Merah Putih bisa mengeksplor potensi masyarakat di tiap kelurahan. Tidak perlu berpikir terlalu jauh, cukup melihat potensi yang ada di sekitar, lalu dikembangkan bersama. Dengan begitu ekonomi bisa berputar di lingkungan masyarakat sendiri,” ujarnya.

Wawan menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah agar koperasi benar-benar tumbuh menjadi penggerak ekonomi yang mandiri. Menurutnya, semangat kolaborasi menjadi fondasi utama agar koperasi mampu bertahan dan berkembang.

Hingga kini, pembentukan KKMP menunjukkan progres yang cukup baik. Masing-masing kelompok mulai mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah, mulai dari pengolahan limbah industri hingga penyediaan bahan pangan dan layanan berbasis komunitas. Meski demikian, Wawan mengakui masih ada tantangan yang perlu diperkuat, terutama dalam aspek kelembagaan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Tantangan utamanya bukan pada teknis, tetapi bagaimana meningkatkan SDM pengurus dan anggota agar memahami potensi dan bisa menjalankan tugasnya secara profesional. Karena itu, pendampingan dari dinas akan terus dilakukan secara intensif,” tegasnya.

Ia menambahkan, sebelum koperasi beroperasi penuh, Pemkot tidak ingin tergesa-gesa memperluas keanggotaan. Saat ini, fokus utama adalah memastikan kelembagaan koperasi telah matang dan arah bisnisnya jelas.

“Anggota juga harus paham arah dan tujuan koperasi ini akan dibawa ke mana. Jadi fokus kita sekarang adalah pemantapan kelembagaan dan peningkatan SDM agar saat operasional dimulai, semuanya sudah siap dan berjalan baik,” kata Wawan.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menambahkan bahwa hingga saat ini sudah terbentuk 45 KKMP. Seluruhnya akan mulai beroperasi secara resmi pada 28 Oktober mendatang.

“Rencananya, tanggal 28 Oktober nanti akan dilakukan launching operasionalisasi Koperasi Merah Putih. Karena itu, kami benar-benar mempersiapkan diri, baik dari sisi SDM, visi, maupun rencana bisnis yang akan dijalankan,” ujarnya.

Tri Karyadi menegaskan, pihaknya tidak ingin terburu-buru hanya karena dorongan anggaran.

“Kalau belum siap, ya disiapkan dulu dengan matang. Harus ada mitigasi, harus siap visi dan arah bisnisnya. Kemudian target berikutnya adalah mendorong masyarakat di seluruh wilayah untuk menjadi anggota koperasi, agar gerakan ekonomi kerakyatan ini benar-benar tumbuh dari bawah,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap koperasi perlu memahami regulasi dan rencana bisnisnya sebelum beroperasi. Ada enam bidang usaha yang wajib dijalankan, yakni koperasi itu sendiri, apotek Merah Putih, klinik Merah Putih, unit simpan pinjam, gudang penyimpanan bahan pangan (food storage), serta unit sembako.

“Kami mendorong agar koperasi berjalan sesuai dengan potensi lokalnya. Jadi ada ruang adaptasi bagi setiap wilayah untuk menyesuaikan bidang usaha dengan kondisi masyarakatnya,” imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Atasi Pertanian Lahan Gambut, ITS Ciptakan Traktor Perahu Listrik

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Atasi Pertanian Lahan Gambu...
Luar Negeri
Menuju 2050, Populasi Kambo...
Luar Negeri
Rute Bus Baru Lintas Negara...
Luar Negeri
Babak Baru Afghanistan, Pen...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.